Portalindonews. Com, Wamena - Sebanyak 1.146 warga Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, mengungsi setelah kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu. Kerusuhan itu terjadi setelah Mahkamah Konsitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Erdi Dabi-Jhon Wilil.




Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan 1.146 pengungsi tersebut tersebar di sejumlah titik. Diantaranya di Pos Koramil Elelim, di Kodim Kerangka Yalimo, di polres Yalimo dan digereja-gereja.




Untuk membantu pengungsi, Dandim menyampaikan bahwa Persit Kartika Chandra Kirana yang berada di Elelim saat ini membuka dapur umum untuk menyiapkan makanan bagi 469 pengungsi yang berada di Pos Koramil Elelim.


“Kegiatan ini telah berlangsung selama tiga hari pasca kerusuhan yang pecah pada 29 juni lalu. Ini adalah bentuk kepeduliaan kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Terlebih lagi beberapa pengungsi tinggal di rumah dinas anggota sehingga terjalin hubungan kekeluargaan, senasib dan sepenanggungan,” ujar Dandim, Jum’at (2/7).


Dandim mengungkapkan, dimasa pengungsian ini, dua anggota Persit juga berhasil membantu persalinan salahsatu pengungsi dalam keadaan sehat dan selamat di Markas Kodim Persiapan Yalimo yang juga merupakan tempat pengungsian.


“Kedua anggota Persit tersebut yakni Ibu Sri Lestari istri dari Sertu Eka Hasugian dan Ibu Elinawati istri dari Sertu Doni Kusuma, keduanya adalah Persit Posramil Elelim. Ini suatu kebanggan bagi Persit di jajaran Kodim 1702/JWY yang selalu siap membantu masyarakat di wilayahnya,” pungkas Dandim.


Perlu diketahui bahwa kedua ibu Persit yang membantu persalinan berprofesi sebagai Bidan di Dinas Kesehatan Kabupaten Yalimo. (Penrem 172/PWY)