PORTALINDO.CO.ID, JAKARTA - Tingkatkan sinergitas dan kerja sama bidang penelitian dan pengembangan alat peralatan pertahanan, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama., S.I.Kom., M.M., mengunjungi PT. Pindad (persero) dalam rangka mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri yang adaptif yang di rancang PT Pindad, Bandung, Jumat (28/5/2021).



Kedatangan Kadislitbangad yang didampingi Perwira Ahli Material Utama Dislitbangad Kolonel Inf Slamet Riyanto., S.Ag.,M.M., disambut oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan Ade Bagdja didampingi GM Senjata Yanto dan GM Kendaraan Khusus Suganda serta beberapa staf PT.  Pindad (Persero).



Dalam pertemuan yang  akrab dan penuh kekeluargaan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi tentang sinergitas dan harmonisasi kerja sama yang dijalin antara Dislitbangad dan PT.  Pindad (Persero).


 "Saya berharap hubungan kerja sama yang selama ini sudah terjalin baik, dapat dipertahankan dan ditingkatkan guna mendukung dan menunjang  pencapaiaan tugas pokok Dislitbangad maupun tugas-tugas lain untuk pencapaian target Visi dan Misi dari PT.  Pindad (Persero) itu sendiri," ujar Kadislitbangad.


Selama berada di PT. Pindad, Kadislitbang juga berkesempatan melihat  beberapa produk unggulan dan kebanggaan PT.  Pindad melalui penayangan video.


Bukan hanya itu,  Kadislitbangad juga diajak meninjau ke beberapa Divisi di  Pindad (Persero) yaitu  Kunjungan ke Divisi inovasi, Dept. Pengembangan kendaraan khusus. Melihat Maung V2, Anoa 3. Selanjutnya ke Divisi kendaraan khusus, untuk melihat kendaraan Komodo 4x4 dan Medium Tank, Maung 4x4 serta meninjau Divisi senjata, untuk mencoba senjata pistol Armo 9mm, SPM 1, PM3 di lapangan tembak PT. Pindad (Persero).


Usai peninjauan, Kadislitbangad menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasinya. Seperti kepada Direktur Teknologi dan Pengembangan Ade Bagdja beserta staf yang begitu profesional dan paham betul serta menguasai tentang alat dan peralatan pertahanan yang di produksi  PT  Pindad.  


"Saya bangga melihat alat peralatan yang di produksi PT.  Pindad. Sehingga kita harus dapat memelihara dan mendukung keberlangsungan PT. Pindad (persero) sebagai Kebanggaan Nasional," ungkapnya.


"Tidak heran PT. Pindad (Persero) merupakan Industri Strategis, kebaggan Bangsa Indonesia," tutup Kadislitbangad.


Perlu diketahui bahwa PT. Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia. PT. Pindad juga merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang identik sebagai produsen kendaraan dan persenjataan militer yang tetap bertahan di masa pendemi Covid-19 dan memiliki sekitar 3500 karyawan.


PT. Pindad juga tidak henti-hentinya terus memproduksi dan berinovasi secara adaptif dengan berbagai macam amunisi, senjata dan bahkan kendaraan tempur yang semuanya berkiblat ke Eropa dan NATO. 


Beberapa produk unggulan PT Pindad (Persero) di antaranya Rantis Komodo untuk pertempuran khusus dan kegiatan anti teror, Panser Anoa yang telah dirancang sebanyak 7  varian, yakni ambulance, angkut personel (APC), komando, logistik BBM, logistik munisi dan mortir 80 carrier, Police Water Canon yang mampu menembakkan air hingga jarak 70 meter, serta mampu menembakkan busa anti api (bom molotov) dan gas air mata, dan Tank Tempur yang masih terbatas pada prototype tank varian ringan dan medium. 


Selain itu, PT Pindad (Persero) telah mampu memproduksi produk militer kelas dunia.  Bahkan tiap tahunnya mampu memproduksi 40.000 senjata dalam berbagai tipe, mulai dari yang ringan sampai yang berat, seperti Senapan Serbu SS1, Senapan Serbu SS2, Senapan Sniper, Senapan Anti Teror  PM2, Senapan Mesin, serta Meriam. (Dispenad).