PORTALINDO.CO.ID, Jombang-Terdiri dari 3 Desa yaitu, Desa Manduro, Pengampon dan Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, yang mendemo pabrik GRC BOARD PT. Bangun Perkasa Aditama Sentra di jln.Raya Ploso babat, Senin 12/04/2021.


Warga membawa mobil kol tepak yang bermuatan Shon sistem untuk komando, membawa sepanduk dan poster, sekaligus di dampingi Cucu Wahyu Harianto Ketua LSM-LPHM PANDAWA. Demo dimulai pukul 10.00 WIB.


Poster Yang di bawa warga pendemo bertuliskan, tutup pabrik jika memberi janji palsu, jangan korbankan kami demi bisnismu, yang punya rumah dilarang makan ajur juum.


"Masih poster warga, jangan jadikan kami penonton di wilayah kami sendiri, kami tidak makan pabrik juga tidak makan, limbahmu tak seharum nama besarmu, pak Jokowi rakyatmu di bodohi pabrik.


Pendemo berorasi bergantian menyuarakan tuntutanya. Terlihat di pabrik di jaga ketat oleh TNI, Kepolisian dan Pol PP, di depan gerpang pabrik.


Cucu Wahyu Hariyanto (43) selaku koordinator demo menyampaikan, hasil mediasi yang di lakukan dengan pihak pabrik. Yang di saksikan oleh TNI, Polsek, dan Sekcam Kecamatan, ia menjelaskan ada 4 point tuntutan warga pendemo.


Point pertama, terkait ganti rugi dan harga tanah, namun pihak dari pabrik minta waktu satu minggu lagi untuk menyampaikan tuntutan warga ke pimpinan perusahaan. 


Point yang kedua, warga menuntut pabrik agar memprioritaskan warga dari 3 desa itu untuk bekerja. Namun, pihak pabrik menyampaikan bahwa untuk saat ini belum bisa memperkerjakan atau menerima kariyawan.


Karena mesin produksi pabrik masi ada satu, pihak pabrik menjanjikan akhir tahun baru bisa menambahkan satu mesin lagi yang akan di pakek produksi, setelah itu akan merekrut 100 kariyawan dan itu akan diambilkan dari 3 Desa tersebut", ungkap Cucu.


Point ketiga, warga meminta agar analisis dampak lingkungan secepatnya di lakukan perbaikan. Supaya dampak yang ditimbulkan tidak berlarut panjang.


Satu minggu kedepan akan di turunkan alat berat untuk menormalisasi lahan warga yang terkena limbah pabrik.


Masih Cucu" terkait CSR dan kontribusi yang di berikan dari pihak pabrik segera mungkin di lakukan dengan cara melalui bumdesnya, warga boleh mengambil limbahnya atau potongan kasibotnya yang sobek-sobek sedikit. Itu boleh diambil untuk. Misalkan bangunan masjid atau untuk bangunan lainya",tambahnya.

(Angga)