Portalindo.co.id, Gowa - Maraknya tambang ilegal di kab. Gowa membuat Lembaga Poros Rakyat Indonesia bersama dengan Aktifis mahasiswa turun melakukan aksi damai dengan titik aksi Kantor DPRD kab. Gowa, Jumat (08/04/21)



Maslim, yang bertindak sebagai Jenderal lapangan bersama dengan rekan -rekannya  dengan lantang menyuarakan bahwa aktifitas tambang di beberapa daerah di kab. Gowa dapat merusak lingkungan terutama di Daerah Aliran Sungai Jeneberang sehingga seakan membuat Jeneberang menangis, menurutnya aktifitas tambang yang tanpa pengawasan dapat merusak tatanan kehidupan seperti terjadinya kerusakan lingkungan, dampak sosial dan kerusakan infrastruktur jalan.


Maraknya pertambangan tanpa izin atau ilegal di wilayah di Kab. Gowa di anggapnya karena adanya dugaan lemahnya langkah penindakan yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait.


Aspirasi dari aktifis LSM dan Mahasiswa yang tergabung  dalam Lembaga Poros Rakyat Indonesia akhirnya di terima oleh Kabag Umum DPRD Kab. Gowa, M. Firdaus di dampingi Humas DPRD, F. Makmur, berhubung karena ketua DPRD beserta anggota tidak berada di kantor 


 Pernyataan sikap yang di serahkan berisi :


1. Mosi tidak percaya DPRD, PEMDA, dan APH.

2. Meminta mengevaluasi kinerja Tim Terpadu.

3. Periksa segala administrasi yang di kantongi oleh, PT. Harfiah, PT. Sinar Jaya, PT. Tri Star Mandiri, PT. Tri Putra dan PT. Catur Sakti Persada.

4. Mendesak sesegera mungkin  DPRD Kab. Gowa, membuat pansus tambang yang.            melibatkan Pemda, Polres, Kejaksaan, Gakkum dan BBWSPJ dan mengeluarkan maklumat perihal pemberhentian kegiatan tambang sebelum resmi di keluarkan Perda tentang tambang serta membuat RDP yang melibatkan seluruh stake holder terhadap persoalan ini.


Setelah menerima kabag. Umum DPRD Kab. Gowa, M. Firdaus berjanji akan meneruskan aspirasi ini ke ketua DPRD setelah balik dari Jakarta. ( Syam)