SURIJATY  AMINAN, dalam membuat Eco Enzyme

PORTALINDO.CO.IDJakarta - Ketua Umum Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia, Surijaty Aminan meperingati Hari Bumi Sedunia, yang jatuh pada 22 April 2021, memperingatinya dengan cara membuat Eco Enzyme guna membantu mengurangi pemanasan global.

 


Surijaty memperingatinya dengan cara sederhana tapi memiliki makna yang dalam dan bermanfaat buat orang banyak. dengan cara mandiri dan tradisional

Surijaty mamproduksi Eco Enzyme di kediamannya.

 

Bermodalkan drum/ember, limbah organik yang berasal dari sisa kulit buah-buahan dan sayuran, ternyata dapat disulap menjadi bahan yang bermanfaat untuk memperbaiki lapisan ozon.

 

Ketika dimintai konfirmasi oleh awak media, Surijaty mengatakan, jika dirinya sudah 6 bulan lalu melakukan hal serupa, karna menurutnya, Eco Enzyme yang dihasilkan dapat banyak manfaat buat orang lain, khususnya diri dan keluarganya.

 

“Saya sudah melakukan hal ini selam 6 bulan, ini sangat bagus untuk membantu mengurangi pemanasan global. Bukan itu saja, Eco Enzyme juga sangat bermanfaat mengurangi ion-ion negatif, pengharum ruangan, pembersih lantai dan closet, memuluskan kulit manusia, menjauhkan rumah dari jenis serang, seperti; nyamuk, semut, lalat dan lainnya. Bahkan bekas bahan-bahan pengelolahannya dapat dijadikan pupuk untuk tanaman serta masih banyak manfaat lainnya.” jelas Ketua Umum Perwanti di Kediamannya, Jumat (23/4/2021) siang.

 

Surijaty berharap, bahwa apa yang dilakukan oleh dirinya dapat ditiru oleh banyak orang.

 

“Saya berharap, setiap orang dapat melakukan dirumahnya masing-masing. Bayangkan, jika kita semua memproduksi Eco Enzyme sendiri, bukan tidak mungkin pemanasan global di Indonesia, berangsur membaik.” harapnya

Rencananya, hasil prosuksi Eco Enzyme dirumahnya, akan dipaparkan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia untuk program yang lebih bermanfaat kedepannya.


“Saya selaku Ketua Umum Perwanti, berencana untuk bersinergi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dalam pembuatan dan pengelolahan Eco Enzyme untuk dibagikan kepada masyarakat.” Ucapnya

 

“Tidak sulit kok untuk mencari bahan-bahan organik, saya dapat dari para pedagang buah-buahan dan sayuran dipasar, hasilnyapun saya bagikan juga untuk mereka agar dapat digunakan dirumahnya. Bahannya dari mereka, saya yang memproduksi, mulai dari pengendapan hingga panen, sekali panen waktunya itu 3 bulan, hasilnya lumayan bisa dapat ratusan liter Eco Enzyme yang siap digunakan.” terang Surijaty.

 

Melihat hasil panen yang memuaskan, Surijaty Aminan bersama dengan Perwanti akan terus melakukan hal tersebut dengan berkesinambungan. Ternyata, bahan organik yang dianggap “sampah” oleh kebanyakan orang, justru dapat bermanfaat jika dikelolah dengan benar. Contonya, daerah yang mengalami bencana alam, Eco Enzyme dapat digunakan untuk menghilangkan aroma tidak sedap dari tumpukan sampah pasca bencana.

 

Sebaiknya, setiap orang dapat mencoba dirumah, mulai dari volume kecil untuk memproduksinya. Selamatkan bumi kita tercinta dari pemanasan global.(*)