keterangan foto : Foto paska peristiwa saat aparat TNI-Polri mengadakan pengamanan di TKP.

Portalindo.co.id, Jakarta - Warga penghuni Apartemen City Park, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat merasa tidak nyaman dengan sistem pengelolaanya saat ini.


Dengan seringkali terjadinya keributan antar kelompok dan ketidak terbukaan sistem pengelolaan membuat rasa kenyamanan mulai hilang kepercayaan.


DW (39) salah satu penghuni apartemen mengatakan, sering kali terjadi keributan antar kelompok yang menyebabkan ketidak nyamanan dirinya bersama warga lainya.


“Dulu tidak ada keributan, sekarang hampir setiap bulan ada saja persoalan, dari mulai keributan antar kelompok, sampai padamnya listrik, persolan perawatan Lif, dan fasilitas air bersih dan lain-lain,” kata DW saat 

dikonfirmasi media Online Nasionalnews.id di lokasi, Senin (23/3/2021).

DW juga menjelaskan, sebelumnya, pengelola yang lama sangat perduli dan tanggap terhadap warga penghuni Apartemen City Park, dari mulai warga yang sakit, penyediaan Ambulance sampai mendapatkan kamar di Rumah Sakit semua atas ketanggapan pengelola.

“Saat ini kami bingung, karena harus menanggung masing-masing dan hak-hak warga penghuni terabaikan,” keluhnya.

Sementara HO (40) ditempat yang berbeda membenarkan dengan ketidak nyamanan selama ini. Dirinya merasa takut dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi kemarin-kemarin.


“Kami takut membiarkan anak-anak kami bermain di taman bawah, kami juga takut kalau anak-anak keluar rumah, jujur kami trauma dengan keadaan City Park saat ini,” ungkap HO.


Dirinya berharap pemerintah ikut berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Apartemen City Park, agar dirinya dan warga lainnya bisa merasakan kenyamanan kembali seperti dulu.


“Dulu pertama kali kita tinggal disini (Apartemen City Park) aman, nyaman, kenapa saat ini jadi seolah menakutkan,” ujarnya.

“Saya berharap kepada Walikota Jakarta Barat ikut serta dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di Apartemen City Park, biar kami bisa hidup normal seperti dulu,” tuturnya. (Budi Beler)