Ini Harapan Ketum Lembaga Poros Rakyat Indonesia Jelang Pilkada -->
Cari Berita

Pages

Faktual - Berimbang

Ini Harapan Ketum Lembaga Poros Rakyat Indonesia Jelang Pilkada

Monday, October 12, 2020

Foto, Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia, M. Jafar Siddiq Dg. Emba.

Portalindo.co.id

Gowa - Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI) mengajak Lembaga Independen

mendukung Pilkada damai dan ikut serta dalam pemantauan proses pelaksanaan pemilu kepala Daerah se Sulawesi Selatan.



Segenap tokoh pergerakan Sulawesi Selatan berkolaborasi melakukan dukungan pemilu kepala daerah di SulSel pada kontestan 9 Desember 2020 mendatang dalam proses damai


Namun demikian berharap bahwa segenap

aktivitas yang akan dilakukan lembaga Independen pada prinsipnya merupakan kegiatan memantau tahapan proses pelaksanaan pemilu dengan cara mengumpulkan data, temuan dan informasi pelaksanaan pemilu.


Lembaga Independen yang diharapkan menjadi salah satu pilar dalam pengawalan proses pelaksanaan pemilu kepala daerah yang bersih dan tentunya terhindar dari adanya sebuah permainan curang yang lebih dikenal dengan istilah politik uang.


Pemantauan pemilu kepala daerah yang akan dilakukan ini diharapkan juga menjadi sebuah tradisi penting dalam menciptakan iklim pemilu yang jurdil dan demokratis, jangan karena kejar kemenangan semua jalan dihalalkan atau pura pura tidak tau kalau kegiatan itu melanggar aturan yang ada.


Kehadirann Lembaga Independen menjadi  upaya penghormatan terhadap hak-hak pemilih serta memastikan kedaulatan pemilih dan kualitas pemilu menjadi perhatian dan fokus pemantauan, hak terdaftar sebagai pemilih, hak menentukan pilihan secara mandiri, hak atas kerahasiaan pilihan, hak memilih tanpa intimidasi hak memperoleh informasi tahapan pemilu, dan hak memantau serta hak melaporkan adanya dugaan pelanggaran pemilu, semua bertujuan pencapaian pemilu yang profesional.


Di tengah minimnya minat masyarakat dalam melakukan pemantauan, tergerak hati dan pemikiran memberi sugesti kepada segenap Lembaga Independen untuk memberi semangat kemasyarakat sulawesi Selatan dengan tekad bulat berupaya sekuat tenaga untuk melakukan aktivitas pemantauan terhadap proses di semua wilayah.


Pemilu Kepala Daerah tahun 2020 ini, masyarakat akan lebih menikmati proses pemilihan jika dihatinya tertarik untuk ikut serta menjadi PEMANTAU INDEPENDEN, tidak perlu dibayar, tapi akan menjadi sebuah sejarah panjang jika Masyarakat mampu hadir sebagai wujud Pengawas.


Masyarakat kini seakan terpolarisasi sehingga kecenderungan menjadi pragmatis, yang lebih memilih menjadi relawan atau tim kampanye partai politik dengan kompensasi yang lebih besar ketimbang menjadi relawan pemantau pemilu. 


Kondisi ini menjadi tantangan penyelenggara pemilu (KPU-Bawaslu) dan lembaga pemantau untuk kembali meningkatkan animo masyarakat dalam pengawasan sehingga tercipta semangat mengikuti proses pemilu kepala daerah.


Pelaku politik Indonesia pada umumnya dan khususnya Sulawesi Selatan yang  belakangan ini relatif tidak stabil dan menghalalkan segala cara semakin terbiarkan dan susahnya menemukan bukti nyata, menjadi faktor minat masyarakat untuk berpartisipasi menjadi pemantau pemilu semakin berkurang.


Tapi jika semua dilakukan bersama dengan Lembaga Independen yang hadir disetiap wilayah kerja berpartisipasi dengan masyarakat, maka besar kemungkinan akan banyak kecurangan yang termonitor.


Berharap bahwa Lembaga Independen mampu mengambil bagian dalam proses pelaksanaan pemilu pilkada dalam bentuk pemantauan, dan tentu semua Lembaga menyiapkan surat tugas masing masing.


Kemandirian KPU selaku lembaga Independen wajib menjamin keberadaannya sebagai lembaga yang netral, sehingga masyarakat tidak senantiasa menganggap bahwa pokok masyalah ada di KPU.


Dengan gerakan pendidikan partisipatif, sedangkan Bawaslu mempunyai pusat pengawasan partisipatif. Namun, pada sisi lain pengawasan semakin diperkuat, namun akan tetapi pemantauan semakin melemah.


Jika pemantauan akan meningkat, maka independensi jangan sampai melemah, oleh karenanya sangat dibutuhkan kehadiran Lembaga Independen hadir menguatkan semangat masyarakat ikut serta dalam memantau proses pelaksanaan pemilu kepala daerah.


Sejarah panjang pemilihan kepala daerah, pelanggaran dilakukan oleh diantara kontestan pada Pemilukada tersebut, namun minim putusan dalam artian penindakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, sementara buktipun di politisasi dengan bahasa kadaluarsa laporannya atau bukti kurang kuat dan partisipasipun terlihat semakin melemah, semua karena proses awal yang cenderung terbiarkan tanpa pemantauan dari masyarakat.


Belakangan santer terdengar dan terpantau oleh kita bahwa proses pemilukada di Sulawesi Selatan sudah terang menderang gesekan diantara kandidat, bahkan tercium oleh kita money politik merupakan hasrat dan budaya untuk mendapatkan impian guna menggapai kursi satu di suatu daerah.


Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia, M. Jafar Siddiq Dg. Emba, mengatakan, saat bincang - bincang di Sekretariatnya, Jl. Mangka Dg. Bombong, no 4. Somba Opu, Gowa, Senin, (12/10/2020)


" Belajar dari pengalaman sebelumnya, 

maka kami mengajak semua Lembaga Independen membentuk sebuah tiem pemantau pemilu Sulawesi Selatan, semua demi terciptanya pemilu kepala daerah yang JURDIL." Ucap, Dg. Emba.


Padahal masyarakat Sulsel ini dikenal religius, namun di duga politik uang sudah membudaya dikalangan masyarakat bawah.


الراشی والمرتشی فی النار


Hadits nabi ini mengatakan : orang yang menyogok dan orang yang di sogok, keduanya masuk neraka.


UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengamanatkan setiap lembaga pemantau didaftarkan ke KPU sebagai sebuah organisasi pemantau. 


Tapi jikapun kami tidak mendaftar maka atas nama "Lembaga Independen Pemantau Pemilu Sulawesi Selatan"  tetap akan menjalankan amanah, selain itu kami ingin yakinkan Masyarakat, jangan takut mengawal pemilu pilkada yang ada diwilayahnya, supaya kedepan kebijakan lahir dari pemimpin yang bersih dan mampu adil.


Lembaga Poros Rakyat Indonesia, Lewat kesempatan ini pula mengajak kepada seluruh masyarakat di 12 daerah pemilu kepala daerah, supaya tetap berkomitmen 

datang di TPS pada Tanggal 9 Desember 2020 sebagai wujud nyata sadar akan pentingnya hak suara yang kita tentukan di bilik nanti.


" Ajak dan kabari keluarga dan sahabat kita untuk selalu mengingat tanggal 9 Desember 2020 hal terpenting buat masa depan lima tahun kedepan," ajak Ketum Poros Rakyat Indonesia.


Salam buat semua Lembaga Independen.

Atas nama ketua Umum POROS RAKYAT.


Mari sahabat menjadi pelopor bangkitnya semangat rakyat untuk hadir menjadi pemantau disetiap TPS yang ada disekitarnya.


Sumber :Ketua Umum Poros Rakyat Indonesia, M. Jafar Siddiq Dg. Emba.