Paket Internet Nadiem untuk Pelajar dan Pengajar Akan di Luncurkan -->
Cari Berita

Pages

Faktual - Berimbang

Paket Internet Nadiem untuk Pelajar dan Pengajar Akan di Luncurkan

Friday, August 28, 2020

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim 

Portalindo.co.id

Jakarta – Upaya untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bakal memberikan subsidi kuota internet kepada siswa, mahasiswa, guru dan dosen. Rinciannya, 35 giga byte per bulan untuk siswa dan 42 gigabyte per bulan untuk guru, sedangkan mahasiswa dan dosen diberikan kuota internet sebanyak 50 gigabyte per bulan.

 

Nadiem bakal menggunakan anggaran negara sebesar Rp9 triliun, Untuk merealisasikan janji ini, dengan rincian Rp7,2 triliun untuk anggaran subsidi kuota, kemudian ada pula anggaran untuk tunjangan profesi pengajar sebesar Rp1,7 triliun.

 

 

Kami sudah mendapat persetujuan anggaran Rp9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa kuota data siswa, guru, mahasiswa dan dosen," kata Nadiem saat rapat bersama Komisi X di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/8) kemarin.

 

Menurut data yang ia paparkan, rincian anggaran untuk bantuan kuota internet dialokasikan sebanyak Rp7,2 triliun untuk periode waktu September-Desember 2020.

 

"Kecemasan masyarakat nomor satu di saat ini dari semua kecemasan sudah jelas nomor satu itu apa? Pulsa, pulsa, pulsa. Data, data, data," imbuhnya.

 

Nadiem mengaku memperjuangkan hal itu selama beberapa pekan yang lalu. Ia berkeras meminta anggaran  khusus untuk bantuan PJJ karena mendengar banyaknya keluhan pembiayaan kuota internet dari siswa dan guru.

 

Selain itu, Nadiem pun memutuskan menggeser anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) untuk kebutuhan pulsa dan ekonomi guru selama tahun 2020. Oleh sebab itu, saat ini progres POP bakal ditunda dan dilanjutkan untuk mengevaluasi organisasi yang lolos seleksi, serta menyesuaikan program dengan situasi pandemi.

 

"Kami umumkan dana [POP] tahun ini akan direlokasi untuk membantu guru dalam bentuk pulsa dalam PJJ. Kami relokasi untuk kebutuhan pulsa dan kebutuhan ekonomi guru," kata Nadiem.

 

Gagasan Nadiem ini sebelumnya juga sempat diutarakan oleh Juru bicara presiden bidang sosial Angkie Yudistia. Angkie mengatakan Pemerintah bakal memberikan subsidi kuota pulsa menggunakan skema dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 

"Karena sifatnya daring, maka pulsa berupa kuota internet," ujar Angkie melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (26/8) lalu.

 

Dalam hal ini, kuota internet dan kepemilikan gawai menjadi akar polemik PJJ di tengah pandemi ini. PJJ masih berlangsung untuk sebagian besar institusi pendidikan di Indonesia.

 

Kemendikbud mencatat 1.840 sekolah di zona merah, 12.124 sekolah di zona oranye, 6.238 sekolah di zona kuning dan 764 sekolah di zona hijau masih melakukan PJJ. Sedangkan pendidikan tinggi belum diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka pada semester ini hingga waktu yang belum ditentukan.


Biro Portalindo Jakarta