Warga Pamekasan Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Tolak Protokol -->
Cari Berita

Pages

Faktual - Berimbang

Warga Pamekasan Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Tolak Protokol

Sunday, June 14, 2020


Ilustrasi


Portalindo.co.id

Pamekasan – Seorang warga yang berstatus Covid-19 meninggal dunia di RSU Mohammad Noer Pamekasan. Di sana, pasien yang bersangkutan sebelumnya berstatus PDP hingga positif Covid-19. Lamanya dirawat kurang lebih seminggu.

 

Karena meninggal dunia, tenaga medis yang bertugas, langsung bergegas memulangkan jenazah ke kediamannya dengan menggunakan mobil ambulans.

 

Mereka bertekat jenazah tersebut utuh di tangannya hingga proses penguburan, sebagaimana penerapan protokol kesehatan Covid-19.

 

Namun sayang, proses tersebut tidak berjalan mulus. Di tengah jalan, mobil ambulans diadang dan jenazah diambil paksa warga. Saat pengambilan jenazah, mobil ambulans dicegat. Setelah itu, petugas disuruh pulang.

 

Warga Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menolak jenazah pasien virus corona dikuburkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 Pemicunya warga tidak terima jenazah langsung dimakamkan tanpa proses pemandian


Ketua Penanggulangan Covid-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Syaiful Hidayat mengatakan, alasan jenazah diambil paksa, karena warga mau menguburkan sendiri tanpa memakai protokol Covid-19.

 

"Jumlah massa yang mengadang banyak. Dari pada petugas terluka dan ambulans dirusak, mereka mengalah dan pulang," kata Syaiful kepada kepada Sabtu (13/6).

 

Selain dicegat, lanjut Syaiful, petugas juga diancam menggunakan senjata tajam. Jika jenazah tidak diserahkan, mereka akan merusak mobil ambulans dan akan melukai petugas.

 

Syaiful mengakui, kinerja Satgas Covid-19 akhir-akhir ini mulai banyak mendapat tekanan dari sejumlah warga. Tekanan tersebut bermacam-macam, mulai dari sikap protes hingga ancaman yang mengarah pada fisik.

 

"Buktinya ini ada peristiwa pengambilan jenazah saat hendak dikirim ke lokasi pemakaman untuk dikuburkan, tiba-tiba jenazah diambil paksa," kata dia.

 

Peristiwa lain, terjadi di wilayah Kecamatan Tlanakan. Warga setempat mengancam akan membakar Puskesmas. Penyebabnya warga tidak terima ada pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

 

Kejadian lainnya, unjuk rasa warga Kecamatan Waru karena tidak mau RSUD Waru dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Sementara dua rumah sakit rujukan di Kabupaten Pamekasan sudah tidak muat untuk menampung pasien Covid-19. (Y@D)