Mengapresiasi Upaya Presiden Keluarkan Bansos Bagi Warga Terdampak Covid-19 -->
Cari Berita

Pages

Faktual - Berimbang

Mengapresiasi Upaya Presiden Keluarkan Bansos Bagi Warga Terdampak Covid-19

Sunday, April 12, 2020


Oleh : Fadly Ramadhan )*

Portalindo.co.id-@mr
Minggu, 12 April 2020 - Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) bagi masyarakat membutuhkan di Jabodetabek, terutama yang terdampak Virus Corona. Masyarakat pun mengapresiasi upaya tersebut sebagai bentuk kepedulian negara kepada rakyat.
Masyakarat Jabodetabek kini boleh lebih lega.  Pasalnya, bantuan dari Presiden yang direncanakan beberapa waktu lalu telah di mulai pendistribusiannya. Menurut sejumlah laporan bakal diturunkan melalui aparatur pemerintahan. Sebagaimana yang dikatakan Jokowi agar melibatkan pihak RT, RW juga pemerintah desa. 
Sebelumnya disebutkan bahwa pemerintah akan menyediakan bantuan sosial berupa program PKH, Kartu Sembako, Listrik gratis, kartu Pra kerja hingga Bansos Langsung. Ditengarai telah disiapkan dana hingga Rp110 triliun yang bakal dialokasikan bagi jaring pengaman sosial bagi masyarakat lapisan bawah sehingga tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah virus yang tengah mewabah.
Selain itu program bantuan ini dinilai telah mengalami perkembangan, yakni dari jumlah penerima manfaat PKH 9,2 juta menjadi 10 juta penerima. Termasuk memperbesar nilai manfaat sekitar 25 persen, dan penyalurannya akan dipercepat dari 3 bukan sekali menjadi 1 bulan sekali. 
Bagi penerima kartu sembakopun rupanya juga dinaikkan penerimanya, dari jumlah awal 15,2 menjadi 20 juta penerima. Juga menaikkan besarannya menjadi Rp200 ribu yang sebelumnya Rp150 ribu dan akan diberika dalam kurun waktu 9 bulan.
Khusus untuk warga DKI Jakarta, pemerintah telah menyiapkan sekitar 3.7 juta penerima untuk program bantuan sosial. Dengan rincian 1.1 juta penerima ialah bagian Pemprov DKI Jakarta, sementara 2.6 juta sisanya bakal ditangani oleh pemerintah pusat selama 2 bulan. Berdasarkan masa tanggap darurat yang mana akan ditetapkan oleh Satgas COVID-19. Ada pula penambahan bagi warga Ibu Kota, pemerintah turut meminta Menteri Sosial agar segera mendistribusikan setidaknya 200.000 paket sembako. 
Juliari P. Batubara selaku Mensos menyatakan telah mengkoordinasikan hal ini dengan Gubernur terkait, yakni Anies Baswedan. Dan kini mereka berdua sedang mematangkan langkah-langkah pendistribusian bansos khusus, bagi 3.7 juta pekerja di sektor informal. Bansos khusus ini diistilahkan oleh Mensos agar bisa dibedakan dari bansos reguler, yaotu program keluarga harapan serta program sembako.
Bansos yang bakal didistribusikan ini diharapkan mampu mengurangi pengeluaran mereka. Jadi, kendati mereka tak bekerja , dapat menahan mereka unik tidak mudik atau pulang kampung selama pandemi berlangsung.  
 Disebutkan pula Bantuan lai berupa Kartu Pra Kerja yang rencananya akan diberikan kepada 5,6 juta orang terutama yang terdampak PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil yang juga terimbas oleh virus Covid-19. 
Awalnya, dana untuk Program Kartu Pra Kerja ditetapkan Rp10 triliun, namun kemudian dinaikkan mencapai angka Rp20 triliun. Selain itu, ada pula pembagian program listrik gratis bagi 24 juta orang pelanggan dengan daya 450VA serta penerapan diskon 50 persen bagi 7 juta pelanggan dengan daya 900VA. Potongan juga bantuan gratis ini bakal diberlakukan selama 3 bulan yakni, April, Mei, sampai Juni. 
Jokowi berpesan agar hal ini mampu dilakukan secara maksimal juga tepat sasaran. Sehingga wajib diData denagn teliti mulai dari kelompok-kelompok penerima manfaat termasuk nama, alamat dan data lengkap secara lebih akurat. Jokowi mewanti-wanti juga menegaskan agar bantuan ini sampai sesuai arahannya. sesuai dengan aturan yang diberlakukan.
Tak menampik masa-masa ini memang sedang sulit. Penambahan kasus demi kasus COVID-19 saja sudah menambah daftar panjang Masalah pemerintah. Belum lagi makan memikirkan ini itu berkenaan dengan perhatian bagi masyarakat luas. Bantuan yang diberikan tentunya wajib diapresiasi, hal ini berarti negara juga tak tinggal diam dengan kondisi warganya saat ini. 
Kini saatnya bersinergi dan berkolaborasi denagn pemerintahan untuk melawan COVID-19 bersama-sama. Dukungan ini bukan berarti kemudian kita berkumpul dan bergotong royong, tapi dengan menaaati anjuran juga aturan yang pemerintah tetapkan, agar mampu terhindar dari bahaya virus Corona. Apresiasi ini tentu tidaklah seberapa, namun yang lebih penting ialah upaya kita mendukung pemerintah. Jangan sampai egoisme yang dimiliki menggenangi hati terus-terusan. Sudah saatnya kita bangkit demi berlangsungnya kehidupan lebih baik, ayo lawan Corona bersama-sama sekarang juga.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik, aktif dalam kajian Ikatan Pers Mahasiswa Jakarta