Anggota Komisi V Bersama Mitra Sosialisasi Cegah Stunting -->
Cari Berita

Pages

Faktual - Berimbang

Anggota Komisi V Bersama Mitra Sosialisasi Cegah Stunting

Tuesday, March 10, 2020



Portalindo.co.id, Kota Tangerang - "Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi," hal tersebut terkuak saat  rapat persiapan kegiatan intervensi
Cegah Stunting, yang digelar oleh mitra Komisi V DPRD Provinsi Banten,  yaitu Dinas Kesehatan. Bertempat di Aula Kecamatan Neglasari,  Kota Tangerang,  pada hari Selasa 10 Maret 2020.

Hadir dalam acara tersebut anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten,  H Ahmad Fuady LC,  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang di wakili oleh Kabid Kesehatan,  Ahmad Drajat. Dinas Kesehatan Kota Tangerang,  dr Yuni,  Camat Neglasari,  Ubaidillah,  tokoh masyarakat,  tokoh agama,  TP PKK kecamatan dan kelurahan,  Kader Posyandu

Camat Neglasari. H Ubaidillah dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Kecamatan Neglasari ada tujuh.kelurahan terdiri dari 50 RW dan 250 RT. 
Selanjutnya ada dua Puskesmas,  yaitu Puskesmas Neglasari dan Puskemas kedaung wetan.

Iapun berharap dengan adanya sosialisasi Stunting ini apa yang dapat disentuh dan bermanfaat bagi masyarakat Neglasari

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten ,  H Ahmad Fuady,  yang akrab di panggil Didi,  dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang hadir yang telah memilihnya,  sebab Kecamatan Neglasari adalah salah wilayah Dapilnya saat Pemilu Kegislatif 2019 yang lalu, hingga ia terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Banten. 

"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah.memilih dan mempercayakan saya,  hingga saya menjadi wakil bapak/ibu di DPRD Provinsj Banten," ucapnya. 

Kemudian,  Didi menyampaikan bahwa Komisi V yang bermitra dengan Dinas Kesehatan. Berkewajiban mempromosikan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang apa itu Stunting.

Menurutnya bahwa Stunting adalah kondisi.gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

"Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan baik otak maupun tubuh, hingga anak menjadi bogel," ucapnya. 

Selanjutnya bahwa yang dihadapi sekarang adalah ada sekitar 37% anak-anak menjadi stunting atau 9 juta anak yang menderita penyakit tersebut,  angka yang cukup besar  karena berada di no. 5 se dunia.
Kemudian  bahwa target tahun 2045, Indonesian menjadi negara yang maju, kokoh,  kuat,  makmur dan dihormati oleh negara lain. 
dalam artian maju disini adalah makmur dan sejahtera. 

Untuk itu, makanya sebelum lahir anak disiapkan, agar anak cucu sebagai generasi penerus kita terbebas dari stunting. 
Yaitu lahir dalam keadaan normal, tinggi fisiknya,  tinggi pula intelegensinya, bukan lahir  dalam keadaan kerdil/bogel.
Iapun prihatin bahwa di daerah kita konsumsi susu juga masih sangat. rendah.

Narasumber dari mitra Komisi V, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ahmad Drajat memaparkan apa itu Stunting, faktor penyebabnya, gejalanya dan bagaimana cara.mencegahnya atau mengatasinya

Ida Bastian