Portalindo.media, Gowa - Lembaga Badan Anti Korupsi Nasional (BAKON) merasa kecewa atas sikap Hakim dan Jaksa yang menangani Kasus dugaan Korupsi dana Desa ratusan juta rupiah atas nama Muh. Said (59) Mantan Kades Desa Bategulung.

Bakon menilai penangguhan yang dinilai terlalu berlebihan. penangguhan penahanan yang diduga tanpa pengawalan jaksa terhadap terdakwa, bisa memunculkan spekulasi yang beragam.

Dari pantauan Badan Anti Korupsi Nasional ( BAKON) Jumat 8 November pukul 09.00 Pagi, Said  bahkan diduga berkeliaran bebas tanpa pengawalan jaksa. Sehingga terdakwa dengan bebas memperlihatkan dirinya dan menunjukkan seolah- olah hukum dapat "diatur".

Direktur pengawasan Lembaga Bakon Irwan Hasan Tiro menilai, seharusnya Jaksa bertindak sebagai eksekutor harus lebih teliti dan menjaga terdakwa meskipun mendapat penangguhan penahanan atau cuti bersyarat oleh hakim.

" Terus terang kami kecewa, menurut dugaan kami dari Bakon jangan-jangan ada sesuatu antara Hakim, penuntut dan terduga".

Semetara itu saat dikonfirmasi lewat pesan watsapp, Herawaty Kasipidsus Kejaksaan Negeri Sungguminasa, mengaku tidak mengetahui jika ada terdakwa berkeliaran dan bebas tanpa jaksa, karena setahu dirinya terdakwa di alihkan penahanannya ke rumah karena terkena stroke di rutan jadi langsung masuk rumah sakit stroke center, tentu dengan adanya informasi yang di dapat  dirinya akan berkordinasi oleh hakim dalam kasus ini, ungkap herawaty. (Tim).