Bawaslu Riau Akui Tingkat Pilpres Tahun Ini Belum Tembus 60 Persen
Cari Berita

Bawaslu Riau Akui Tingkat Pilpres Tahun Ini Belum Tembus 60 Persen

Wednesday, November 6, 2019


PORTALINDO.CO.ID, PEKANBARU - Divisi Hukum dan Data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau Amiruddin Sijaya mengakui, dalam pemilihan umum dan pemilihan presiden (Pilpres) tahun ini kaum difabel belum menembus angka 60 persen. 

Kendati demikian, tingkat partisipasi pemilu meningkat hingga 80 persen. Tetapi peningkatan partisipasi pemilih tersebut tidak lepas dari keterlibatan media.

"Tingginya partisipasi pemilu berkat kerjasama semua pihak mendukung kinerja Bawaslu terutama media," kata Amiruddin Sijaya, saat membuka Bimbingan Teknis Peliputan dan Penulisan Berita Bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/kota se Riau, Rabu (6/11/2019) bertempat di Grand Central Pekanbaru.

Peserta Bimtek, staf bawaslu Riau, staf bawaslu kabupaten/kota se Riau, wartawan meda elektronik dan cetak. Selain itu, panitia mengundang narasumber dari Bawaslu Republik Indonesia, Ketua PWI Riau Zulmansyah, Akademisi Syafriadi dan ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan.

"Pada Pilpres dan Pemilu 2019 tingkat partisipasi secara umum cukup tinggi, terima kasih kepada semua pihak," kata Amiruddin.

Amiruddin mengakui, khusus partisipasi pemilih difabel masih rendah. Sebab itu, pihak Bawaslu dan perlu didukung media untuk meningkatkan sosialisasi untuk pemilih kaum difabel dalam mensukseskan pilkada 9 daerah di Riau tahun 2020.

Amiruddin menambahkan, bimtek ini diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan staf bawaslu untuk menyampaikan informasi yang layak diblsampaikan ke publik sesuai tugas bawaslu.

Amirudin menyebutkan, Pers atau media salah satu kelompok startegis dalam mensukseskan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun pemilihan umum. Strategis media dalam mensukseskan pilkada melalui publikasi yang sampai ke seluruh elemen masyarakat.

"Bawaslu terbatas menembus seluruh elemen masyarakat dalam mensosialisasikan aturan pilkada maupun pemilihan umum, Maka melalui media dan pers informasi bisa sampai kepelosok," ujar Amiruddin.

 Amiruddin menuturkan, masyarakat perlu mengetahui berita dan fakta sebenarnya, itu harus melalui media. (Anhar Rosal)