Portalindo.co.id, Papua -- Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) membakar sedikitnya 10 rumah warga di pinggiran Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sejak Sabtu (28/8) hingga Senin (30/9).

Salah satu yang menjadi sasaran pembakaran adalah honai (rumah khas masyarakat pegunungan Papua) milik Kepala Distrik Kimak, Kabupaten Puncak, pada Sabtu malam.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto kepada wartawan, Minggu membenarkan adanya pembakaran honai milik Kadistrik Kimak, Sabtu, 28 September 2019, dan paginya KSB menembaki sambil teriak menyatakan siap berperang dengan TNI-Polri hingga menyebabkan warga sipil ketakutan.

Aparat keamanan TNI-Polri mengejar sejumlah anggota KKSB yang melakukan pembakaran terhadap honai atau rumah khas di pegunungan tengah, milik Kepala Distrik Kimak, Kabupaten Puncak, Papua.

Dalam pada itu, Bupati Puncak, Willem Wandik mengatakan "OPM sudah masuk dalam kota dan warga maupun pegawai pemerintahan tidak bisa tenang”.

Ratusan warga kini ditampung di tempat pengungsian sementara, baik di kantor-kantor polisi dan militer, maupun kediaman Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda. Salah satu tempat pengungsian warga yaitu di Pos Komando Taktis (Poskotis) Satuan Brimob Polda Sulsel, saat ini menampung lebih dari 200 warga.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto, menyebutkan saat ini pengungsi telah ditampung di Posko Satgas di Ilaga. Pengungsi kebanyakan dari Kampung Kimak, Distrik Ilaga.

“Kebanyakan pengungsi adalah perempuan, anak-anak dan orangtua. KKB bakar rumah warga dan kios di sekitar Kampung Kimak sambil melakukan penembakan. Warga ketakutan dan kami evakuasi ke Posko Satgas,” kata Ary.

Dalam seminggu terakhir KSB menembak tiga warga sipil hingga meninggal yakni dua tukang ojek yang ditembak pada Kamis,26 September 2019, dan menewaskan Sattiar alias Midung dan La Ode Alwi dan Sabtu (28/9) menewaskan Syahrudin.(Red)