Kota Tangerang - "Bertujuan meningkatkan kompetensi guru TK,  khususnya mengenai pembelajaran dalam implementasi kurikulum 13 PAUD,"
Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Kota Tangerang,  gelar workshop, mulai Rabu - Sabtu,  Tanggal 2 -5 Oktober 2019, bertempat di Gedung MUI Kota Tangerang. 

Ketua Panitia,  yang juga Katua IGTKI,  Sukati S.pd, menuturkan kepada awak media di sela-sela workshop berlangsung,  bahwa IGTKI mengadakan acara ini bekerja sama dengan.Dinas Pendidikan setempat. Acara yang diikuti oleh guru dan Kepala Sekolah sebanyak 500 orang ini,  terdiri dari guru dan kepsek IGTKI dari 375 lembaga TK yang ada di Kota Tangerang, dan dibagi dalam dua gelombang. 

Selanjutnya,  kata Sukati dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru TK,  khususnya mengenai pembelajaran dalam implementasi kurikulum 13 PAUD, hingga guru dapat mengimplementasikan apa yang didapat di workshop ini, terutama dalam mengenalkan  kearifan lokal yang ada di Kota Tangerang. 

Menurutnya ia telah mengenalkan kearifan lokal Kota Tangerang sejak dini,  mulai dari makanan, seni budaya, dan pakaian adat. 
"Mudah-mudahan dengan dia mengenal apa yang ada (kearifan lokal)  di daerahnya, dia  dapat lebih mencintai apa yang daerahnya punya,  dengan begitu banyak yang kita bisa gali dari kota Tangerang,  hingga dia akan menjadi bangga menjadi warga kota Tangerang," harapnya. 


Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang,   Hj. Masyati Yulia, SH, MAP yang telah membuka workshop,  dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada IGTKI yang telah memperkenalkan dan akan mengajarkan kearifan lokal kepada anak-anak, dan ia juga berharap kepada guru dan kepala sekolah agar bekerja lebih baik lagi dan menguasai kompetensi serta berkarakter. 

Narasumber,  Endang Mulyani Putro, yang juga seorang penulis, dalam paparannya menyampaikan bahwa  sebelum anak didik diberi penyadaran tentang kearifan lokal, pihak sekolah dituntut membangun kesadaran diri terlebih dahulu.
Dalam hal ini pihak sekolah harus ada contoh dalam melakukan bahkan menggunakan kearifan lokal yang ada di daerahnya. 

Menurut praktisi PAUD dan juga konseptor PAUD berkarakteristi Bahari ini, bila ingin anak lebih mengenal dan mencintai daerahnya, pelajaran kearifan lokal bisa di masukan ke dalam kurikulum pelajaran sekolah tersebut. 

Selanjutnya, bila ingin program.  memperkenalkan kearifan lokal itu dicapai  yaitu dengan, anak  lebih ditekankan mengenal daerahnya hingga ia berdaya dengan daerahnya,  kemudian dapat menjaga daerahnya - ia bisa mengambil tantangan (resiko) untuk daerahnya (lebih mencintai budaya daerahnya daripada budaya luar. 
Selanjutnya anak ditanamkan percaya diri dengan daerahnya dan berpikir kritis dengan daerahnya serta bila semua itu telah dilalui maka  anak akan menghargai daerahnya serta mencintai apa yang ada di daerahnya. 

Ida.