Kota Tangerang - Rasio Jumlah ulama yang tidak sebanding dengan penduduk Kota Tangeranng, menjadi alasan Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang menggelar pendidikan kader ulama,  hal tersebut terkuak saat pembukaan PendidiKan Kader Ulama di Aula MUI Kota Tangerang,  Minggu (15/9/2019)

PKU akan diselenggarakan tiap Hari Ahad,  selama 12 kali pertemuan, di ikuti oleh beberapa elemen masyarakat seperti dari unsur Ormas Islam, Perguruan Tinggi Islam, MUI Kecamatan dan.  komisi-komisi yang ada di MUI Kota Tangerang.

Ketua Majelis ulama Kota Tangerang,   KH Edi Junaedi Nawawi, merinci tujuh ratus ulama yang tersebar di 13 kecamatan di Kota Tangerang masih dinilai kurang untuk melayani dua juta masyarakat Kota Tangerang.

"rasionya satu orang ulama wajib melayani 3500 orang, makanya kita terus berupaya untuk mengurangi rasio ini agar nantinya lebih ringan," jelas Edi Junaedi.

Ia mengaku, untuk mengurai dan mengurangi rasio yang kurang sebanding dengan jumlah masyarakat yang ada di Kota Tangerang, saat ini pihaknya menggandeng beberapa organisasi masa islam diantaranya NU, Muhamadiyah LDII dan ormas islam lainnya.

"dan supaya sejalan diarahkanlah pendidikan kader ulama ini supaya sasaran tembaknya sama," jelasnya.

Sementara itu, H. Nurhidayat M.Ag Ketua Panitia pendidikann kader ulama Majelis Ulama Indonesia. Kota Tangerang menambahkan, kegiatan tersebut dari seratus undangan terdapat sekitar 75 kader ulama yang mengikuti kegiatan tersebut.

"mereka terdiri dari utusan MUI kecamatan se Kota Tangerang, Ormas islam seperti NU, Muhamadiyah, LDII kemudian ada juga dari FKU, BKMT, dan kami juga mengundang dari unsur perguruan tinggi," tuturnya.

melalui kegiatan tersebut ia berharap akan lahir kader ulama di Kota Tangerang tersebar di 13 Kecamatan yang akan menyiarkan dakwah islam sesuai dengan yang diamanahkan MUI Kota Tangerang.

"sesungguhnya ulama itu ada lumayan banyak yang ada di Kota Tangerang, hanya saja kebanyakan dari mereka berangkat dari pengakuan masyarakat yang dapat kami pastikan mereka belum terdaftar dan tercatat sebagai ulama di MUI Kota Tangerang," jelasnya.

Walikota Tangerang yang di wakili oleh penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Tatang Sutisna, yang membuka acara dalam kesempatan tersebut  mengungkapkan, menurutnya dengan diadakan kegiatan tersebut ulama yang ada di Kota Tangerang dapat lebih banyak sehingga dapat mengawal dan berjalan beriringan dengan program - program Pemkot.

"ada sinergisitas dengan program Pemkot, seperti Tangerang mengaji, dan   shubuh berjamaah, jadi dengan adanya kaderisasi ini bisa melahirkan ulama yang lebih baik yang bisa memperhatikan umat dan memiliki sensitifitas  tinggi dengan berbagai persoalan umat,"tukasnya.

Dengan demikian pendidikan kader ulama juga diharapkan dapat menjadi garda terdepan umat dalam pembentukan moral umat, sehingga bimbingan yang nantinya akan ditularkan ke masyarakat dapat lebih optimal.

"bersama ulama insya Allah moto ahlakul kharimah itu dapat terwujud dengan lebih mudah," tutupnya.

• Ida