Portalindo.co.if, Kota Tangerang - Dandim 0506 Tangerang, Letkol Inf Wisnu Kurniawan, S. Sos menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang dalam rangka Penyampaian Jawaban Walikota Tangerang atas Pandangan Umum Fraksi Mengenai Raperda Tentang APBD tahun Anggaran 2020 yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Rabu (25/9).

Kegiatan yang juga turut dihadiri oleh, Wakil Walikota Tangeran, Drs.H.Sachruddin. Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo,S.Ip  beserta jajaran. Kasi Intel Kejaksaan Kota Tangerang Saimun, SH. Kompol Suratman mewakili Kapolres Metro Tangerang Kota. Plt Sekda Kota Tangerang Tatang Sutisna. Para SKPD jajaran Pemkot Tangerang. Para Camat & Lurah se Kota Tangerang.

Wakil Walikota Tangerang, Drs. H. Sachruddin dalam penyampaian tanggapan jawaban Walikota Tangerang atas pemandangan umum Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang terhadap pengantar nota keuangan Rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kota Tangerang tahun anggaran 2020 Anggaran pendapatan belanja dan jawaban mengenai anggaran pendapatan yang dipertanyakan oleh Fraksi PKS, Demokrat, Pan dan PPP.

Menurut Sachruddin, Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi pendapatan daerah  APBD tahun Anggaran 2019 sebesar 1,99 triliun, sedangkan pada APBD Tahun Anggaran 2020 menjadi sebesar 2,35 triliun atau meningkat sebesar 357 miliar atau 17,9% terkait pertumbuhan yang ditargetkan dalam RPJMD tahun 2020.

"Pemerintah Kota Tangerang dalam optimalisasi dari sektor pajak bumi dan bangunan dilakukan melalui kegiatan pendapatan masal dan penilaian individu terhadap objek pajak potensial, sosialisasi dan bangunan pedesaan dan perkotaan," paparnya.

Program pemerintah Kota Tangerang dalam upaya membantu mengurangi beban pajak untuk kelompok masyarakat yang tergolong tidak mampu, pendapatan daerah berasal dari dana perimbangan yaitu dana alokasi khusus yang belum dapat diandalkan, disebabkan belum terbitnya Peraturan Presiden tentang rincian APBN tahun anggaran 2020 dan bantuan keuangan dari Provinsi.

"Pemerintah Kota Tangerang
berupaya untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dititik rawan kemacetan di kota Tangerang sebanyak 82 titik saat ini yang sudah dilakukan pengendalian lalu lintas pada 52 titik,  dengan jumlah personil sebanyak 240 personil pengaturan lalu lintas, yang dibagi dalam 2 shift 6 prioritas program Dinas Perhubungan Kota Tangerang," imbuh Sachrudin.

Meningkatkan pelayanan, kata Sachrudin, angkutan umum sistem transit yaitu penyelenggaraan di kota Tangerang  Trans kota Tangerang mampu mendorong transportasi yang aman dan lancar. Selain itu, tambah Sachrudin, Pemerintah Kota Tangerang telah merencanakan program pembangunan infrastruktur, penanganan kemacetan pada 5 tahun kedepan pada 268 pelayan pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh inspektorat kota Tangerang.

Pada tahap pelaksanaan anggaran pengawasan dilakukan melalui monitoring dan pemeriksaan fisik di lapangan termasuk di dalamnya kegiatan sarana dan prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

Pemerintah kota Tangerang melalui Dinas Koperasi dan UMKM selama ini telah mendorong dan menguatkan  diperuntukkan bagi UMKM. Pemanfaatan UMKM di kantor Kelurahan,Kecamatan baru ada 2  yaitu Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Ciledug.

"Prioritas pembangunan Kota Tangerang tahun 2020 telah dilaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan kompetensinya.
Dalam pelaksanaan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Asosiasi Dosen Indonesia, Lembaga bahasa Indonesia, Kementerian Kesehatan," terangnya.

Pemerintah Kota Tangerang
sedang melaksanakan program pengangkatan kepala sekolah dilaksanakan bagi calon kepala sekolah yang telah memiliki surat tanda tamat Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

"Pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dapat dilaksanakan oleh Puskesmas sedangkan penanganan dilakukan oleh 31 Rumah Sakit dan 160 klinik yang tersebar di Kota Tangerang baik oleh swasta maupun pemerintah rumah sakit Umum Daerah," pungkas Sachrudin.(Red)