PORTALINDO.CO.ID.Gowa - Sekretaris Kiwal Kabupaten Gowa Subair, korban penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Toddotoa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa beberapa hari lalu menyerahkan penuh proses hukum ke penyidik Polres Gowa dan Kuasa Hukumnya yang telah di percaya mendampingi hingga proses hukum tersebut selesai.

Djaya Jumain sebagai juru bicara Gerakan Lembaga mengatakan pertemuan Kuasa Hukum DR. H. Muhammad Nur, S.H., M.Pd., M.H., Ketua Umum DPP BAIN HAM RI dan Amin Rais, S.H., selaku sekretaris BAIN HAM RI Sulawesi Selatan dan Korban Subair dan di dampingi beberapa lembaga yang tergabung dalam Gerakan Lembaga untuk Subair di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, Minggu Malam (18/08/2019) adalah pertemuan sebagai tindaklanjut setelah korban Subair melaporkan Kepala Desa Toddotoa di Polres Gowa beberapa hari lalu.

"Beberapa lembaga di Makassar dan Gowa prihatin dengan adanya kejadian tersebut apalagi sudah jelas secara eksplisit tugas dan tanggung jawab kepala desa di atur dalam pasal 26 ayat (1) di poin ketiga adalah melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat desa,bukan melakukan pengoroyokan secara bersama-sama.

Kepala desa harus mengedepankan pembinaan dan pelayanan, harus legowo menerima kritikan dan masukan dari masyarakat."

Djaya Jumain sangat percaya penyidik Polres Gowa bekerja secara profesional karena dalam kasus ini apapun alasannya seorang diri di aniyaya secara bersama adalah pelanggaran hukum berat sesuai pasal 170 KUHP barang siapa terang terangan dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Gerakan Lembaga untuk Subair Kabupaten Gowa sebagai pendamping yang setiap waktu hanya memantau proses hukum karena puluhan lembaga ini yakin semua proses akan berjalan sesuai hukum yang berlaku,Tutup Djaya Jumain(*).