Yosie Diiringi Jefry, Heru, Ophan

Portalindo.co.id, Jakarta -25/08/19--Acara Reuni Akbar anak- anak Kosambi yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2019 oleh remaja Kosambi  jaman dulu yang diberi nama 'We are Bocassa. The Jadulers Of Cossamby, dengan Tema: Kembali..! Kembali Kita Bersama-Sama-sama Lagi' sekaligus juga merayakan HUT Kemerdekaan RI 74 dengan maksud selain untuk mengenang hari kemerdekaan RI juga dapat mengajak kembali berkumpul sesama anak Kosambi jaman tahun 80-an yang keberadaanya banyak yang tidak lagi tinggal dikampung Kosambi Kelurahan Kalibaru, Kecamatan  Cilincing Jakarta Utara

Ada yang unik  dalam kegiatan reuni tersebut karena diawali dengan dibuatnya group Washapp (WA) untuk menghimpun warga Kosambi  dan teman-teman yang tujuannya  untuk mendukung Kaspudin Nor saat ikut seleksi Calon  Piminan KPK yang di Motori oleh Dhika (Supriyadi) ternyata dengan bertambahnya anggota WA hikmahnya timbul ide untuk membuat reuni khusus teman-teman jaman dulu sehingga dibentuk panitia dan disepakati Dhika sebagai ketua panitia dengan dibantu oleh, Heru, Yosie, UPI,, Kesih, Iphank, Ophan, Iphink, Richo, Fany, Jefry, Boy, Otoy, Heru dan sebagai dan Dewan pengarah Kaspudin  Nor, Royco, Imonk kenangan kegembiraan dari anak- anak kampung Kosambi saat acara berlangsung nampak tergambar kenangan seperti jaman masa kecil dulu yang setiap tanggal 17 Agustus juga masyarakat kampung Kosambi  memperingati HUT RI bersama dengan kreatifitas pesta panggung jaman  dulu.

Sedangkan pengambilan nama Bocassa adalah  nama tersebut jaman dulu sedang ngetren sehingga oleh remaja kosambi dipakai nama plesetan singkatan  yang artinya Bocah Cossamby ada juga yang mengartikan nama Bocah Cossamby Sadar dan ada juga yang mengartikan nama lain dan semua itu masing-masing remaja Kosambi punysa arti tersendiri kata Boy alias Royco Wangke penggagas dari nama Bocassa namun semua itu memiliki keinginan yang baik bahwa anak-anak  remaja Kosambi sadar untuk tidak melakukan hal- hal yang negatif dan melangkah lebih baik.

Ketua umum Landas Indonesiaku (Lembaga Aspirasi Nasional Dan Analisis Strategis Indonesiaku) Kaspudin Nor tokoh nasional yang cukup banyak mendapat undangan ini juga hadir pada acara tersebut, ketokohannya ini memang tidak banyak orang kenal, oleh karenanya orang yang mengenalnya siapa  Kaspudin Nor menyebutnya Sang Satria Piningit, Karena kiprah dan perjuangannya dalam penegakan hukum,  keadilan dan pemberantasan korupsi, sosok santun, bersih, sederhana,  merakyat dan bersahaja ini senang berteman dengan berbagai kalangan tanpa pilih-pilih tapi tegas dan punya prinsip dalam menjalankan tugas maka, pantaslah berbagai organisasi dan negara telah mempercayainya untuk memegang posisi jabatan strategis, saat ini Kaspudin Nor di percaya oleh Perhimpunan Advokat Indonesia sebagai pengawas para advokat di seluruh Indonesia DPN PERADI setelah sebelumnya Kaspudin Nor oleh negara di berikan  kepercayaan sebagai komisioner Komisi Kejaksaan RI yang bertugas mengawasi, mantau dan memberi penilaian terhadap kinerja dan prilaku Jaksa dan pegawai kejaksaan didalam maupun diluar kedinasaan, sosok profesional dan intelektual yang sederhana ini juga dipercaya sebagai pengajar serta korektor hasil ujian calon para advokat untuk bisa tidaknya calon advokat lolos menjadi advokat, namun Kaspudin Nor kehadirannya di acara reuni Akbar anak- anak Kosambi " Bocassa" tersebut atas nama pribadi karena Kaspudin Nor sejak kecil dan remaja tnggal di kampung Kosambi  tentu punya kenangan tersendiri. "Menurut Kaspudin Nor" yang juga seorang dosen nasional berpangkat Lektor di salah satu Universitas di Jakarta saat ditemui oleh media mengatakan, bahwa nama Kosambi menurut yang diketahuianya adalah diambil dari nama pohon Kosambi yang saat Kaspudin Nor masih kecil pohon Kosambi itu sudah tumbuh besar dan kokoh hingga tidak bisa dipeluk oleh 3 (tiga) orang dewasa dan oleh penduduk setempat pohon Kosambi di pakai namanya sebagai nama kampung Kosambi.

Selain nama Kosambi dipakai untuk nama Kampung, nama kosambi juga dijadikan lambang kebanggaan yang oleh  rekan- rekan kecil Kaspudin Nor dipakai untuk nama club sepak bola bernama "PERSEKO"  (Persatuan Sepak Bola Kosambi) dan uniknya dalam setiap pertandingan  selalu meraih juara 1 (satu), dan boleh dibilang club sepak bola yang disegani dalam setiap pertandingan oleh lawan tanding dan salah satu pemainnya adalah Kaspudin Nor sebagai penjaga gawang yang handal dan sulit lawan untuk dijebol gawangnya, akan tetapi club sepak bola tersebut tidak dapat berlanjut karena pemainnya setelah dewasa, mempunyai kesibukan masing-masing dan juga tidak lagi tersedianya tanah lapang tempat bermain bola.

Selain itu kampung Kosambi dalam perjalanannya menjadi tidak begitu terkenal lagi ketika nama wilayah kampung Kosambi berubah menjadi nama jalan Kalibaru Timur dan kalibaru Barat, demikian penjelasan Kaspudin Nor sosok tokoh nasional yang lahir dari Tanjung Priuk Jakarta Utara yang juga pernah ikut  calon gubernur DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno pada konvensi yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan tahun 2018 dan oleh Gerakan Demokrasi Rakyat diusung sebagai Capres dan Cawapres alternatif non partai untuk tahun 2019-2024 dan ketika ditanya oleh media jika dirinya menjadi pemimpin Jakarta dan pemimpin negeri ini apakah kampung Kosambi akan menjadi perhatian " ya pasti donk kampung Kosambi bukan cuma kenangan saya tapi juga kampung Kosambi berada di pinggiran Jakarta yang wilayah dan warganya masih butuh perhatian dan edukasi serta wilayahnya dekat pesisir pantai tentu sangat menarik dan perlu pembenahan lebih baik lagi" begitu tegas Kaspudin Nor yang diam-diam ternyata punya konsef dalam membangun negeri dan bangsa Indonesia yang menurut  Kaspudin Nor belum di lakukan oleh pemimpin saat ini 

Perayaan reuni tanggal 17 Agustus 2019 sekaligus merayakan HUT RI ini baru yang pertama kali diadakan dan diharapkan dapat mengenang kembali suasana dimasa kecil dan remaja kosambi dahulu setelah  kurun waktu yang lama, suatu hal yang luar biasa dapat terwujud dan dihadiri oleh banyak rekan di masa kecil dan remaja dahulu baik yang masih tinggal wilayah Kosambi maupun oleh rekan-rekan yang sudah pindah tempat dan bahkan sudah tinggal diluar daerah seperti Bali, Bandung, Bogor, Serpong, Bekasi, Kerawang dan daerah lainnya, adapun jumlah peserta yang hadir saat itu diperkirakan lebih dari 120 orang , diantara nampak yang hadir dari luar daerah dan diliput media selain Kaspudin Nor ada diantaranya, Wawan, Vera Siagian, Herman Garibaldi, Imonk, Dayat, ,Zaldi, sumiyati, Edi dan Asep dan beserta  keluarganya serta banyak lagi rekan lainnya sedangkan rekan yang hadir dan masih tinggal di Kosambi diantaranya selain nama panitia yaitu Jayadi, Dhika, Boy, Awang, Sinaga, Eli Kusumawati, Hajah Beti, Towo, Enang, Johan, Atin', Dewi,, Dian Rijal, Azis, Puji,  Teddy, Eny,, Umbul Brahmana, Een Komariah,  Niar Halim, Ahmad Kosasih, Iwan Iriansyah setiawan yang juga ketua RW. 13, kelurahan Kalibaru Cilincing Jakarta Utara juga dihadiri oleh Arifin Alwi yang juga kepala TK Pantai Indah yang memberikan tempat dalam acara tersebut  dan masih banyak lagi  yang hadir lainnya dan belum tercatat jurnalis.

Dalam ancara hiburan panitia dengan apik mengatur acara yang di isi dengan hiburan musik dan kreasi reuni  mengambil tema: "Kembali, Kembali, Kembali Kita Bersama- sama lagi" suatu kerinduan dimana saat itu seperti dahaga ingin mengenang kembali masa lalu begitu indahnya sambil duduk bermain gitar dan menyanyikan lagu kenangan yang hits dijaman dulu.

Acara di kemas dalam rangka kebersamaan dan kekeluargaan di isi dengan kesan dan pesan juga hiburan musik yang semua itu adalah karya dan prakarsa kebersamaan dari rekan- rekan dengan iringin musik Band "The Revival Jakarta Band" Pimpinan Yosie Halim, ada organ tunggal dari group musik "Heru Kelana Nada" Pimpinan Neng Anjarwati dan juga rekan Herman Gribaldi dengan kelompok musiknya yang kompak terdiri dari Heru, Jefry, Ophan, dan Wempy dan ada juga Dian Rijal yang juga rekan mahasiswa dari Kaspudin Nor  yang telah mendapat jodoh Dewi anak Kosambi turut meneriakan acara bernyanyi dan' berdendang bersama. Acara juga ada acars pembagian hadiah yang dikemas dengan permainan tebak ringan dengan tebakan "Siapa  nama ibunda Kaspudin Nor" serentak yang hadir menjawab "Ibu Rum" panggilan hari harinya, tetapi ada 2 (dua) orang yang benar menjawab 'ARUMSARI" , yaitu Mamat dan Iphank acara ini cukup menarik

Acara yang dipandu dengan pembawa acara Ophan dan Nani dimulai dan ditutup dengan pembacaan doa oleh rekan Ahmad Kosasih, di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu  Hari Merdeka ( 17 Agustus) dipandu oleh Yosie, sambutan dan pesan kesan oleh perwakilan rekan yang dalam sambutan, kesan pesan beberapa diminta tampil diantaranya ketua panitia Dhika, ketua RW 013, Iwan juga pesan kesan Teddy anak kosambi yang lebih senior  usianya dan akrab dipanggil Ka Teddy yang datang bersama istrinya Eenny, juga Imonk alias Ilham yang juga menjabat di departeman agama, serta Kaspudin Nor semuanya menceritakan kenangan masa lalu yang indah dan lucu.

Dalam menyampaikan pesan dan kesan yang singkat Kaspudin Nor yang pernah sebagai  komisioner Komisi Kejaksaan RI mengambil intisari dari momentum acara reunia akbar tersebut yang bertepatan dengan umat islam telah menjalan ibadah dan berkorban yaitu bulan  penuh hikmah dari sebuah ketaqwaan manusia, yaitu yanh diberi cobtoh oleh Nabi Ibrahim dan Ismail As kepada Tuhannya dan juga acara reuni akbar bertepatan dengan tanggal 17 Agustus hari kemerdekaan RI yang menurut Kaspudin Nor adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia atas rahmat Allah dan perjuangan serta pengorbanan para pejuang bangsa maka Indonesia merdeka, demikian juga acara reuni Akbar yang di sebut "the Jadulers of Bocassa yang dapat di artikan anak Kosambi jaman dulu sadar yang mempunyai arti tersendiri dengan semangat kemerfekasn kita tingkstkan tali silahturahmi sebagai bentuk ibadah kepada Allah, Pesan Kaspudin Nor yang juga pengurus MU home ygI Pusat ( Majelis Ulama Indonesia) komisi Hukum dan dan Perundang - Undangan.
(amran)