Portalindo.co.id, Pekanbaru - Usai meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berada di Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Niko (TNTN) Pada hari Kamis (22/08/19) kemarin, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Riau Edwar Sanger berharap kepada pemerintah kabupaten/kota setempat untuk dapat memperhatikan kesehatan dari para petugas pemadaman di lokasi kebakaran.

Ditemui usai pertemuan dengan Gubernur Riau pada Jum'at (23/08/19), mantan Pj Walikota Pekanbaru ini mengatakan keprihatinannya terkait kondisi fisik tim pemadaman yang telah berjibaku dengan api di tengah - tengah hutan dan lahan tanpa kenal lelah.

"Sesuai instruksi dan perintah dari Kepala BNPB RI dan Gubernur Riau agar pemerintah setempat di sekitaran wilayah terjadi karhutla  agar mempersiapkan tenaga medis, sehingga disaat melakukan pemadaman mereka dalam kondisi sehat dan segar." Ujar Edwar Sanger.

Menurut Edwar, Tim medis yang berada di lokasi karhutla berjumlah 3 orang dan dibantu oleh personil Dinas Kesehatan Propinsi Riau yang nanti sedianya akan terus stand by hingga situasi kondisi lingkungan dinyatakan membaik.

"Peralatan kesehatan sampai dengan logistik obat - obatan selalu dipersiapkan dan dijaga tingkat kebutuhannya. Adapun pemeriksaan kesehatan yang sering dilakukan oleh tim medis yaitu berupa penyakit sesak nafas atau ISPA, karena pekatnya asap di lokasi tempat karhutla tersebut tidak mampu hanya dengan masker saja." Urai Kalaksa BPBD Riau.

Kepada tim kesehatan dilokasi, Edwar Sanger berpesan dan berharap agar dapat senantiasa aktif memberikan support pemeriksaan kesehatan bagi tim Satgas Karhutla yang sedang bertugas.

"Kondisi kesehatan mereka akan selalu menjadi perhatian khusus bagi kita, sehingga kedepannya mereka tidak terkontaminasi terhadap akibat yang membahayakan selama melakukan pemadaman." Tutup Kalaksa BPBD Riau.

Ia pun berharap agar permasalahan bencana karhutla dapat segera teratasi, sehingga masyarakat Propinsi Riau dapat menghirup udara segar kembali. ***(Mirza/red)