Portalindo.co.id, Jakarta Barat -- Sinergitas TNI - Polri dan Masyarakat yang terjalin begitu erat sehingga berhasil mengantisipasi sekaligus dapat mencegah terjadinya tawuran antar pelajar pada Kamis, 22 Agustus 2019, di perumnas Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Semangat Babinsa Koramil 04/Ckr Kodim 0503/JB, Sertu Emit Sukarja yang bertugas sebagai Babinsa Kelurahan Kapuk bersama dengan Binmas Polsek Cengkareng Kelurahan Kapuk, Aiptu Sudarto SH, serta Binmas Cengkareng Timur, Brigadir  Muhaeri dan warga sangat antusias mengantisipasi maraknya tawuran yang dapat merusak suasana yang selama ini aman dan kondusif.

Adapun pelajar yang dicurigai akan tawuran  adalah pelajar yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP), dan hasil kecurigaan Babinsa serta Binmas ternyata benar  yang akan tawuran adalah anak sekolah menengah pertama (SMP).

"Kami mencurigai pelajar SMP tersebut akan melakukan tawuran, kemudian bersama dengan Aiptu Sudarto  kami  lakukan penangkapan dan ternyata benar salah satu dari mereka didapati membawa senjata tajam berupa Clurit yang disimpan didalam tas sekolahnya," Ungkap Sertu Emit Sukarja.

Adapun hasil pendataan yang dilakukan oleh aparat pada pelajar yang  tertangkap tersebut mengaku bernama Royan Abdilah, Iqbal Ramadhan serta Deni Suherman.

"Salah satu dari mereka, Deni Suherman ternyata bukan merupakan pelajar sekolah dan mengaku tinggal di Kapuk Rawa Gabus dan warung pojok cengkareng Timur" Kata Aiptu Sudarto

Para pelajar yang telah ditangkap dilokasi tersebut diboyong  ke Polsek Cengkareng Jakarta Barat berikut Sebilah Celurit sebagai barang bukti.

Kepala Sekolah Sukatno, SE dan para Guru SMK Cengkareng 2 mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dan Binmas serta Masyarakat yang kompak dan cepat mengantisipasi sehingga tidak terjadi tawuran.

"Kami sebagai kepala Sekolah dan para guru SMK Cengkareng 2 berterima kasih atas ke siap siagaan para petugas khususnya Babinsa dan Binmas sehingga tawuran tersebut dapat dicegah dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama," Kata kepala sekolah Bapak Sukatno, SE.

(amr)