PORTALINDO.CO.ID.Gowa - Dialog ke agamaan Thariqat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowa, MUI kab. Gowa dan pemkab Gowa dengan tema" Semangat Ukhuwah Islamiyah kita kembangkan di alog dani sikap toleransi beragama, kali ini kembali di laksanakan di mesjid Nurul Tauhid Dusun Tamalate Desa Timbuseng, Kec. Pattallassang, Gowa, Selasa (30/07/2019)



Kegiatan ini kembali mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa dan pihak yang terkait untuk mengklarifikasi pernyataan sesat menyesatkan yang telah terpublikasi di media

Kegiatan dialog keagamaan yang di adakan Tareqat TAJUL Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa yang kedua kalinya digelar dialog dengan MUI Gowa untuk memperjelas tudingan sesat menyesatkan kepada Tareqat Tajul Khalwatiayah hanya saja sampai somasi kedua hanya pihaknya saja yang hadir tanpa ada dari pihak MUI ataupun dari sekda Gowa maupun undangan lain yang hadir.

Kepada Awak media Khalifa Anwar Syam dari kalimantan timur memaparkan bahwa dalam dialog keagamaan ini pihaknya mengundang Sejumlah pihak terutama MUI Kab. Gowa, maupun pihak yang terakit

Menurutnya, tujuan dialog keagamaan ini sangat tepat untuk melakukan klarifikasi agar apa yang di tudingkan kepada pihaknya dapat dia buktikan sehingga tidak melukai perasaan para pengikut Tajul

Lanjutnya, namun sangat di sayangkan karena para undangan tidak satupun menghadiri undangan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa bila yang di undang untuk mengklarifikasi apa yang di fatwakan tidak menghadiri undangan maka Tarekat Tajul Khalwatiyah melalui tim kuasa hukumnya Andi Massaguni, S.H.,CIL dan rekannya akan melakukan langkah - langkah hukum.

Sementara Andi Massaguni. S.H., CIL, berdasarkan surat kuasa 19 juni 2019 pihaknya menyampaikan keberatan keras atas pernyataan dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kab.Gowa yang ingin membubarkan
Thariqat Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf di kab. Gowa serta menyatakan sesat menyesatkan melalui keputusan fatwa nomor KEP-01/MUI-GOWA/XI/2016.

Menurutnya dewan pengurus MUI kab. Gowa harus mempertanggung jawabkan surat Fatwanya no. Kep-01/MUI-GOWA/XI/2016 yang di keluarkan oleh oknum DP. MUI kab. Gowa yang tidak prosedur dan melanggar hukum dan pihak lainnya secara terbuka.

Dengan di layangkannya somasi kedua maka dalam waktu 7 x 24 jam pihak MUI Kab. Gowa tidak mengklarifikasi dan  menarik semua surat keputusan Fatwa nomor : Kep - 01/MUI-GOWA/XI/2016 yang telah tersebar kemasyarakat dan ke yang lainnya, lanjutnya, maka kami akan melakukan proses hukum baik perdata maupun pidana.

Meskipun dari pihak klien kami tidak ada niat untuk menyengsarakan orang tapi kalau tidak ada jalan terpaksa kami laporkan supaya ada pelajaran hukum kedepannnya

Di tempat yang sama, salah seorang santri Tajul, Ahmad Said Dg. Pabeta menyayangkan sikap MUI Gowa dan pihak-pihak yang disomasi tidak menghadiri acara dialog keagamaan yang digelar untuk kedua kalinya.

Menurutnya, peristiwa ini setidaknya harus menjadi pelajaran terutama bagi pihak MUI untuk tidak serta merta mengeluarkan pernyataan yang bisa memancing reaksi keras di masyarakat. MUI seharusnya mengedepankan fungsinya dalam merekatkan ummat dengan Ukhuwah Islamiyah." Ungkap Ahmad said.

Halifah TAJUL Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa Andi Haenumar Krg Muang mengatakan bahwa pernyataan MUI tentang sesat menyesatkan itu karena MUI kab. Gowa itu tidak paham dengan ajaran TAJUL Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa sehingga dia mengeluarkan fatwa seperti itu. Makanya dirinya menyampaikan di seluruh santri Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf Gowa dimanapun berada untuk tidak marah, benci dan dendam karna tidak hadir nya MUI di acara dialog ini, "Ungkapnya.

Sampai berita ini turun belum ada konfirmasi dari pihak-pihak terkait, Saat awak Media mengunjungi  ketua MUI Kab. Gowa sedang tidak berada di tempat meskipun di ketahui surat tanggapan klarifikasi terkait ketidak hadirannya sudah di kirimkan namun pihak Thariqat Tajul Khalwatiyah Syeikh Yusuf di kab. Gowa inginkan di alog atau fatwa MUI. Kab. Gowa di cabut.

Laporan : Syam