Header Ads


Breaking News

KPU Bangun Sinergitas, Sukseskan Pemilu 2019


Portalindo.co.id, Morowali --
Selasa, (5/3/2019) pukul 09:00 wita, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar Apel Siaga Pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, di Pantai Reklamasi Kolonodale, Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi, SH., S.Ik.,M.Crim, Kasdim 1311 Morowali Mayor Inf Arifin Rito Wibowo,
Ketua KPU Morut Yusril Ibrahim, SE, Ketua Bawaslu Morut Andi Zainuddin, Sekda Morut Ir. Musda Guntur, MM, Komisioner KPU Morut Divisi Hukum Laode Ibrahim, SH, Komisioner KPU Morut Divisi Logistik Karyos Kaope, Komisioner KPU Morut Divisi Data Ahlan Awaludin.

Selain itu, tampak hadir Kasat Narkoba Polres Morowali AKP Dedi Suparman, Danramil 1311/03 Petasia Kapt. Inf. Puryadi, Kapolsek Petasia Iptu Lasida, SH dan sejumlah perwakilan partai politik peserta pemilu 2019 serta pemilih pemula di Morut.

Ketua KPU Morut, Yusril Ibrahim, SE dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan apel siaga pengamanan pemilu 2019 di Morut ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia dan sebagai upaya untuk membangun sinergitas semua pihak dalam mensukseskan pemilu 2019.

"Dan insya Allah, KPU Kabupaten Morowali Utara sudah siap untuk melaksanakan Pemilu 2019. Sejauh ini, kesiapan pemilu mencapai 90%," kata Yusri Ibrahim Ketua KPU Morut dihadapan 100-an tamu undangan Apel Siaga pengamanan pemilu 2019.

Lebih jauh dikatakannya, untuk jumlah daftar pemilih tetap (DPT) saat ini mencapai 81.522 pemilih. Ini belum termasuk DPThb, karena prosesnya masih terus bergerak. Sedangkan jumlah TPS ada penambahan, dari sebelumnya sebanyak 38, kemudian kami mengusulkan 10 tambahan TPS menjadi 391.

"Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kami, ada 13 TPS yang rawan karena masuk dalam daerah sulit dijangkau. Sehingga KPU bekerja sama dengan tim Mountrack yang di ketuai oleh Kasat Narkoba untuk pelaksanaan pemilu nanti," ucap Yusri Ibrahim.

Ia menambahkan, masyarakat sekarang sudah mulai berkembang pemikirannya, untuk tidak memilih caleg yang melakukan money politic. "Ada 83% masyarakat mengharapkan money politic, 93 % mengambil uang dari caleg dan tidak memilihnya," tuturnya.

Selain itu, pihaknya berterima kasih atas sinergitas Polisi dan TNI yang telah bekerja sama dengan KPU dalam menjaga keamanan penyelenggaraan pemilu 2019.

Sementara itu, Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi, SH., S.Ik., M.Crim disela-sela kegiatan menyampaikan, dalam menyambut pemilu 2019 diimbau agar masyarakat menjauhkan dari berita hoax, ujaran kebencian dan Money politic. Dan pihaknya kepolisian, TNI, Satpol PP, siap dalam mengamankan penyelenggaraan pemilu 2019

"Kami sudah berkoordinasi dengan setiap Kapolsek, terkait pengamanan pemilu di beberapa TPS yang rawan terkait distribusi dan pengamanan. Pihaknya berkoordinasi dengan pihak pemda dan KPU untuk solusinya," beber Kapolres Dadan.

Kepada semua pihak stakeholders dan masyarakat dalam Pengamanan Pemilu 2019 agar mampu menciptakan situasi dan kondisi tetap kondusif. "Polri dan TNI siap membantunya dalam pengamanan tersebut," tandasnya.(WARDI)

Tidak ada komentar