Header Ads


Breaking News

Dinkes ATAM Berikan Pembekalan Jumantil & Konseling TB Napi Kelas IIB Kualasimpang


Portalindo.co.id, Aceh Tamiang --
Dalam rangka menciptakan lingkungan Lapas,LPKA,Rutan dan cabang rutan yang bersih dan sehat  Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kualasimpang bersama Dinas Kesehatan Aceh Tamiang memberi pembekalan dan pelatihan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta Sosialisasi Penyakit Menular TBC pada Narapidana Lapas Kelas IIB Kuala Simpang,Selasa (12/03/2019)

Menindaklanjuti surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS7.UM.01.01-15  Tahun 2019 Tentang Petunjuk Pencegahan Demam Berdarah  sehubungan dengan adanya Kejadian Luar Biasa(KLB) penyakit Demam Berdarah Dengue di beberapa wilayah di indonesia yang patut diwaspadai terutama pada Lingkungan Lapas

Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Davi Bartian Bc. IP, S. Sos, MM dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi kepada Dinkes Aceh Tamiang karna telah bersedia bekerjasama dalam Koordinasi terkait permasalahan kesehatan yang terjadi saat ini,kegiatan ini sangat membantu dan sangat diharapkan berjalan secara berkesinambungan,Ungkapnya

"Mencegah penyakit itu lebih baik dari pada mengobati,dan upaya pencegahan penyakit itu sangat penting,semakin cepat penyakit  terdeteksi maka itu semakin baik."tuturnya

Pada kesempatan yang sama, Kabid P2P Dinkes Atam, Jullaman SKM. MM, Epid memaparkan  beberapa permasalahan yang dihadapi Dinkes Aceh Tamiang saat ini, salah satunya permasalahan penyakit DBD yang faktor pemicunya ialah lingkungan sesuai tupoksi Dinas Kesehatan yang menjadi kewajiban kita bersama, Stigma penyakit menular menjadi momok menakutkan ditengah-tengah masyarakat saat ini dan disinilah fungsi Dinas Kesehatan untuk mematahkan stigma-stigma tersebut.

Selanjutnya, secara geografis Indonesia berada pada garis khatulistiwa yang menjadi basis pendukung perkembang biakan insek serangga spesies nyamuk hingga mobilitas masyarakat modren, hingga saat ini kasus terlapor pasien dengan DBD mencapai 189 kasus di Kabupaten Aceh Tamiang dengan 2 orang meninggal dunia, diKabupaten Aceh Tamiang sendiri ada lima Kecamatan yang mendapat label garis merah penderita DBD, maka yang dibutuhkan saat ini adalah strategis pencegahan penyakit terbaik dengan cara mengendalikan  populasi nyamuk dilingkungan sekitar

Ditambahkan, Dr.deki Kasie P2P Dinkes ATAM juga menyampaikan hal senada, Ia menambahkan penyakit menular TBC adalah penyakit yang bisa sembuh asal kita mau peduli minum obat secara rutin, TBC juga merupakan penyakit yang dapat menular oleh kuman  "Mycobakterium Tuberculosis" berbentuk basil batang  yang menyerang paru-paru dan bukan penyakit turunan, kuman akan mati bila terkena sinar matahari.

"Saat ini indonesia menduduki peringkat kedua dengan penderita TBC tertinggi diseluruh dunia, salah satu ciri TBC ialah batuk +/- dua minggu,berkeringat tengah malam, nafsu makan berkurang. segera laporkan bila terdapat tanda-tanda seperti ini".tegasnya

Acara diakhiri  dengan pengukuhan tim Jumantik DBD  oleh Dinkes ATAM serta pemeriksaan Sputum guna mengetahui Penderita TB-Paru pada Narapidana Kelas IIB Kualasimpang

Penulis: D.S Arya

Tidak ada komentar