Header Ads


Breaking News

Pendemo Minta IUP Tambang Pasir Dicabut Dan Aktifitasnya Dihentikan


Portalindo.co.id, Morowali --
Puluhan pendemo yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir Pantai Desa Kolono meminta agar pemerintah mencabut Ijin Usaha Pertambangan (IUP) batuan dan menghentikan aktifitas penambangan pasir dipesisir pantai desa Koloni Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali.

Pernyataan itu, disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Abd Galib dalam orasinya di depan Kantor Bupati Morowali Kompleks Perkantoran Funuasingko, Jln Trans Sulawesi, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali, Kamis, 07 Februari 2019.

"Kami meminta pemerintah agar mencabut ijin usaha penambangan pasir saudara Sumantri. Dan meminta Dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perizinan untuk meninjau lokasi penambangan pasir tersebut," kata Galib sapaan Korlap aksi disela-sela orasinya.

Menanggapi aksi demonstrasi tersebut, Bupati Morowali, Drs. Taslim dalam arahannya mengatakan sebelum adanya aksi damai ini, tiga minggu yang lalu, Ia telah menurunkan tim di lokasi penambangan dimaksud sekaligus mengecek rekomendasi Kades Koloni terkait penghentian kegiatan penambangan.

"Sebelum ada demo ini, kami sudah berbuat. Jika perlu, ijinnya di cabut. Tetapi, perlu kami koordinasikan dengan pihak Dinas Pertambangan Propinsi selaku instansi yang punya kewenangan di bidang pertambangan," tuturnya.

Ia berharap persoalan ini agar segera tuntas dan apabila terbukti bersalah, pihak penambang akan diberikan sangsi. "Saya ingin, aktifitas penambangan ini dihentikan sementara. Sambil mengurus ijin galian C atau IUP Tambang batuan dan memudahkan survey lokasi sesuai ijin," tambahnya.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup, Fajar dalam sambutannya menyatakan sesuai perintah Bupati Morowali, 25 Januari 2019, kami sudah meninjau lokasi penambangan pasir di kolono.

"Meski, memiliki ijin galian C sebagai dasar hukumnya. Namun, lokasi penambangan sekarang, bukan lokasinya pak sumantri. Bahkan selain Pak Sumatri, ada tiga penambang pasir yang betul-betul ilegal," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Fajar, sesuai permintaan Bupati Morowali, kami akan sampaikan besok untuk menghentikan sementara aktifitas penambangan pasir. Baik pak Sumantri, maupun masyarakat lainnya sambil menunggu legalitas penambangan terpenuhi.

"Berkaitan dengan hal ini, saya selaku kadis lingkungan hidup akan melakukan kegiatan sosialisasi pada Jumat sore di Desa Koloni," imbuhnya.

Penulis : Wardi

Tidak ada komentar