Header Ads


Breaking News

Terungkap:Dipaksa Jadi PSK,5 Gadis Berasal Dari Jakarta Dan Bekasi

Foto Ilustrasi 

PORTALINDO.CO.ID, DENPASAR - Polda Bali mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Jumat (4/1/2018).

Korbannya yakni lima gadis di bawah umur yang dipekerjakan di tempat prostitusi di kawasan Sanur, Denpasar Selatan, Bali.

Dalam kejahatan tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial NKS (49) dan NWK, (51). Kedua perempuan itu berperan sebagai germo dan pemilik tempat prostitusi.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja mengatakan, pengungkapan kasus usai salah satu korban melarikan diri dan kemudian melapor ke polisi dengan didampingi petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian menggerebek lokasi prostitusi di Jalan Sekar Waru 3B, Sanur, Denpasar Selatan.

Selain mengamankan tersangka dan korban, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya buku catatan tamu, catatan booking dan pembayaran serta tiket pesawat.

"Kelima korban berasal dari Jakarta dan Bekasi. Mereka berusia antara 14 hingga 17 tahun," kata Hengki, Jumat (4/1/2019).

Dia memaparkan, kelima korban direkrut agen di Bekasi atas suruhan dari tersangka NKS. Para korban dijanjikan bekerja di Bali dengan gaji antara Rp5 sampai Rp11 juta per bulan dan disediakan fasilitas rumah serta salon.

Kelima korban pun tergiur dengan janji tersebut. Mereka kemudian tertarik dan dibelikan tiket pesawat ke Bali. Setiba di Bali, kelimanya mereka ditampung dalam sebuah rumah dan dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK). Mereka dipajang di sebuah hall milik NWK.

"Tarifnya antara Rp250.000 sampai Rp300.000 per jam dan setiap harinya melayani antara 1 sampai 8 pelanggan," ujar Hengky.

Dia menambahkan, selain menahan kedua tersangka, polisi juga memburu sindikat trafficking, terutama agen di Bekasi.

"Ada dugaan ini sindikat dan sudah beraksi lebih dari satu kali," tuturnya.(Guntur)

Tidak ada komentar