Header Ads


Breaking News

Satpol PP Badung Akan Tindak Tegas Bongkar Baliho Kadaluarsa

PORTALINDO.CO.ID,-Bali-MANGUPURA --Banyak baliho, spanduk dan reklame ucapan hari Raya Natal, Tahun Baru, serta Galungan dan Kuningan yang masih terpasang di berbagai daerah di Kabupaten Badung.
Alat peraga ini sudah kedaluwarsa dan akan dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung.
Alat-alat peraga ini dominan dipasang oleh para caleg, pengusaha dan kelompok masyarakat.

Jika tidak dibuka oleh pemiliknya, pihak Satpol PP memberikan tenggangan waktu hingga 17 Januari.

Kepala Satpol PP Badung, IGAK Suryanegara mengatakan, baliho, reklame, dan spanduk berbau hari raya tersebut sudah kedaluarsa.

Sehingga pihaknya mengimbau para pemilik alat peraga tersebut segera menurunkannya.

"Hari raya sudah lewat. Kami imbau semua reklame, spanduk dan sejenisnya yang berkaitan dengan Natal, Tahun Baru, Galungan dan Kuningan diturunkan,” tegasnya, Jumat (11/1/2019).

Bahkan pihaknya pun mengaku sudah melayangkan surat imbauan kepada tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan partai politik dan ormas di Gumi Keris untuk secepatnya menyingkirkan reklame yang dipasang.

“Kami sudah surati mereka untuk menurunkan sendiri alat peraganya yang berisi ucapan hari raya. Semua reklame hari raya harus bersih, termasuk yang dipasang di depan rumah dan balai banjar,” katanya.

Suryanegara memberikan deadlinesampai 17 Januari 2019, agar seluruh alat peraga berbau hari raya sudah diturunkan.

Bila tidak, maka Satpol PP Badung yang akan membuka paksa alat peraga tersebut.

Maka dengan begitu,  bila pihaknya yang turun tangan memberangus baliho, reklame dan spanduk-spanduk tersebut, maka pihak pemilik tidak boleh protes.

Sebab, pihaknya tidak memberi jaminan alat peraga dalam kondisi utuh.

“Kalau sudah waktunya tetap tidak diturunkan, maka pemilik tidak boleh protes. Bahkan tidak ada jaminan alat peraga yang kami tertibkan dalam kondisi baik,” katanya.

Mengenai sanksi, pejabat asal Denpasar ini menyatakan tidak ada sanksi. Hanya saja, alat peraga yang sudah kedaluarsa akan dibongkar paksa. “Perkiraan kami sekarang ada sekitar lima ratusan alat peraga, baik berupa baliho, spanduk dan reklame. Sehingga ini harus bersih semua,” jelasnya.

Dia menegaskan, reklame ucapan hari raya tersebut sudah kedaluarsa. Sehingga sudah tidak pantas dipajang di tempat umum.

“Reklame itu sudah kedaluarsa. Hari Raya sudah lewat, sekali lagi kami minta pemilik supaya segera menurunkan,” katanya. (Tus)

Tidak ada komentar