Header Ads


Breaking News

Sampah Menumpuk Puluhan Meter, Jembatan Penghubung Dua Desa Di OKI Terancam Roboh

KAYUAGUNG (portalindo.co.id) --Jembatan sungai Komering yang menghubungkan dua desa  antara Desa Terate menuju ke Desa Belanti, Kecamatan SP. Padang Kabupaten OKI, Sumsel, terlihat memprihatinkan disebabkan tiang jembatan dipenuhi sampah juga rumput enceng gondok (tumbuhan sungai).
Kades desa Belanti Kecamatan SP. Padang Kabupaten OKI, Nepri yang sering disapa Bonar saat dijumpai dikediamannya, Ahad (6/1) menyampaikan bahwa sudah 2 tahun ini jembatan tersebut terancam oleh sampah dan rumput enceng gondok yang dibawa arus menabrak tiang jembatan hingga menyebabkan sampah tersebut menumpuk dikolong jembatan dan terus bertambah jika tidak segera dibersihkan, "ucapnya.
Nepri alias Bonar menuturkan, sedangkan selama 2 tahun ini jika kondisi air sungai sedang pasang setiap tahunnya bisa dipastikan sampah ini akan menumpuk hingga mengganggu pelintasan perahu juga aktifitas sungai lainnya, namun untuk meminimalisir dampak negatif dari hal ini, pihaknya mengambil kebijakan dengan melakukan pembersihan secara manual bersama masyarakat setempat walaupun dengan peralatan seadanya.
Sementara yang menjadi kendala," imbuhnya, untuk melakukan pembersihan yang bisa memakan waktu berhari-hari bahkan lebih jika sampahnya sedang menumpuk dan terus bertambah, ini setidaknya butuh biaya walaupun sekedar untuk swadaya yang kita sisihkan dari bantuan masyarakat terutama juga dana pribadi kita sendiri.

Sementara itu,Ian dan Ujang selaku warga setempat menuturkan, bahwa Rumput yang dibawa arus dari sungai desa Pedamaran Kabupaten OKI, menyebabkan menumpuknya enceng gondok dan sampah yang diperkirakan bisa berdampak negatif pada badan jembatan bahkan roboh, ditambah saat ini kondisi sungai sedang pasang memungkinkan sampah lebih menumpuk hingga Puluhan meter lebarnya dan tak jarang sampah tersebut menimbulkan aroma tidak sedap yang ditimbulkan oleh bangkai hewan dan sebagainya, "jelasnya.

"Kami warga desa setempat sering melakukan pembersihan secara manual namun dikarenakan sedikit terkendala oleh peralatan, tenaga juga dana yang diperlukan, jadi pembersihan tidak bisa dilakukan secara rutin, "urainya.

Dalam hal ini pihaknya berharap kepada Pemerintah setempat terutama Instansi terkait untuk dapat memberikan solusi tepat dari kendala dan permasalahan tersebut khususnya mengenai dana pemeliharaan secara rutin pembersihan enceng gondok ataupun sampah dijembatan ini bila perlu dibentuk tim penanggulangan dari masyarakat setempat, "harapnya. (g-wijaya)

Tidak ada komentar