Header Ads


Breaking News

PRT Morowali Demo IMIP Dan DPRD, Ini Tuntutannya !!!


Portalindo.co.id, Morowali--Perjuangan Rakyat Tertindas (PRT) Morowali melakukan aksi demonstrasi, pada Kamis, 10 Januari 2019, dengan tuntutan meminta pembebasan terhadap Dinmran salah seorang Warga Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi yang kini ditahan di Polres Morowali.

Dalam aksinya, puluhan massa aksi PRT Morowali yang dipimpin Erik Yunanto selaku Koordinator Lapangan (Korlap) mendatangi Kantor PT. IMIP di Bahodopi dan Gedung DPRD Morowali di Bungku Tengah.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Erik Yunanto kepada awak media ini mengatakan, alasannya untuk melakukan aksi karena prihatin dengan kondisi masyarakat kecamatan bahodopi saat ini.

"Tidak terciptanya demokrasi yang berkadilan sosial dan kesejahtraan umum serta penegakkan hukum yang kami nilai, tumpul keatas dan tajam kebawa, menjadi latarbelakang aksi ini," kata Eric Yunanto dalam orasinya.

Aksi demonstrasi ini pula, tambah Erik Yunanto, merupakan upaya dalam menyikapi penangkapan saudara Dimran yang berjuang mempertahankan haknya dangan mayarakat desa Bahomakmur Kecamatan Bahodopi yang diduga ada upaya kriminalisasi dalam penahannya.

"Sudah 2 bulan Dimran di tahan di Polres Morowali, dengan surat penangkapan Kepolisan Sektor Bahodopi atas tuduhan dugaan pengancaman yang di laporkan oleh salah satu oknum Sekurity PT. MSS yang tergabung dalam PT.IMIP Grup yang syarat dengan kriminalisasi," ungkapnya.

Padahal, lanjut Erik, saat Dimram dan sejumlah masyarakat melakukan aksi unjuk rasa, Rabu, 12 september 2018 silam dengan tuntutan pengembalian lahan dua Eks Trans Bahomakmur yang telah diserobot oleh PT. IMIP Grup tanpa persetujuan masyarakat dan kompensasi dampak negatif di lahan masyarakat yang dilintasi pihak perusahaan telah terjadi dugaan kekerasan oleh security PT.  MSS (IMIP Grup).

"Karena masyarakat merasa tidak ada yang melindungi pada saat terjadi kekerasan, Maka saudara Dimran mengambil senjata tajam demi melindungi diri. Tetapi, tidak melukai dan merugikan salah satu oknum sekuriti yang diduga melakukan kekerasan kepada masayarakat," ujarnya.

Berdasarkan kronologis kasus tersebut, PRT Morowali menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya, pertama,  Mabes Polri diminta segara membebaskan Dimran yang di tahan di Polres Morowali demi meciptakan penegakan hukum yang adil dan beradab layaknya manusia yangm mempunyai harkat dan martabat yang sama didepan hukum.

Kedua, pimpinan PT IMIP diminta segera mencopot pimpinan security PT. MSS dan memecat oknum security yang telah melaporkan Dimran dan melakukan penganiayaan masyarakat saat unjuk rasa tahun lalu.

Ketiga, Mabes Polri dan KOMNASHAM diminta segera mengusut tuntas kasus penganiayaan yang diduga dilakuakan oleh oknum securiti PT.MSS (IMIP Grup).

Mabes Polri segera usut tuntas surat penangkapan atas tuduhan pencurian dengan Nomor surat; B/143/XI/2018/Reskrim yang dilakaukan oleh oknum di Polsek Bahodopi.

"Padahal, perbuatan tersebut, tidak di lakuakan oleh saudara Dimran. Hal ini yang menguatkan tudingan kami, bahwa ada kriminalisasi dalam kasus penahan Dimran," imbuhnya.(Wardi)

Tidak ada komentar