Header Ads


Breaking News

Kunjungan Kerja Ketulungagung,Presiden RI Resmikan 3 Rusun



PORTALINDO.CO.ID.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Presiden Joko Widodo meresmikan Rumah Susun (Rusun) IAIN mahasiswa Tulungagung.

Sekaligus meresmikan rusun mahasiswa STKIP PGRI Tulungagung dan rusunawa bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kelurahan Jepun.

"Saya sudah masuk ke ruangannya, saya kira kualitas pengerjaannya juga sangat bagus," ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima wartawan Portalindo.co.id, Ahad (6/1).

Presiden Jokowi mengatakan fasilitas rusun diperlukan untuk mahasiswa sebagai bagian dari program pengembangan SDM.

Pada 2019, direncanakan pembangunan rusun sebanyak 300 tower.

"Sebanyak 45 ada di Jawa Timur dan termasuk provinsi yang paling banyak akan dibangun rusun, karena disini betul-betul dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan," katanya.

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, pembangunan rusun di samping untuk pekerja, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), TNI/Polri, juga bagi mahasiswa dan santri.

Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan.

"Tahun 2018 lalu ada 275 tower rusun yang dibangun, 30 persennya sekitar 100 unit merupakan rusun mahasiswa dan ponpes," kata Menteri Basuki di lokasi peresmian.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH mengatakan, rusun telah dilengkapi fasilitas listrik, air, kamar mandi luar dan meubelair seperti tempat tidur bertingkat, lemari dan meja belajar.

Kedua rusun mahasiswa tersebut memiliki tipe 24 setinggi 3 lantai, dengan jumlah masing-masing sebanyak 37 unit yang dapat menampung 144 mahasiswa.

"Karena rusun ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang termasuk milenial, maka desainnya pun dibuat terlihat dinamis dengan corak warna yang tidak monoton seperti rusun pada umumnya," ujar Khalawi.

Pembangunan rusun IAIN Tulungagung dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 9,47 miliar. Sementara untuk rusun STKIP dibangun dengan biaya sebesar Rp 8,35 miliar. 

Sementara untuk rusun MBR Jepun, Tulungagung yang juga diresmikan Presiden Jokowi, memiliki tipe 36 setinggi 5 lantai, dengan jumlah sebanyak 70 unit.

Pembangunannya dilaksanakan dan telah selesai pada tahun 2017 dengan biaya Rp 20,1 miliar.

"Saat ini rusun MBR tersebut sudah terhuni selama satu tahun. Saya lihat kondisinya terawat dengan baik. Rencanannya berdasarkan usulan pemerintah daerah akan dibangun satu tower rusun MBR lagi di wilayah Jepun. Saat ini masih dalam tahap perencanaan," ujar Khalawi.

Peresmian ketiga bangunan ini dipusatkan di kampus STKIP PGRI. Hadir mendampingi Presiden, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Ketua STKIP PGRI Tulungagung Imam Sujono, dan Rektor IAIN Tulungagung Maftukhin.

Usai peresmian, Presiden meninjau ke dalam Rusun, melihat kondisi dan fasilitas Rusun Mahasiswa STKIP PGRI.(Asep)

Tidak ada komentar