Header Ads


Breaking News

Kontribusi Wisatawan Hanya Untuk Wisatawan Manca Negara.

PORTALINDO  CO. ID-BALI. DENPASAR - Meski sebagai pulau dengan gemerlap pariwisata, nyatanya pendapatan asli daerah (PAD) terbesar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bukan dari sana, tetapi berasal dari pajak kendaraan bermotor.
Di satu sisi Pemprov Bali dalam hal ini Gubernur Bali, Wayan Koster mengingikan ruang piskal menjadi lebih besar.

Menurutnya, guna melebarkan ruang piskal tersebut tidak bisa dilakukan melalui pajak kendaraan bermotor karena akan memperparah kemacetan.

Oleh karena itu, dirinya mencari ide lain guna menambah ruang piskal tersebut dengan cara mengenakan kontribusi kepada wisatawan yang datang ke Bali.

Guna mendorong hal tersebut, Gubernur Koster mengusulkan Raperda tentang kontribusi wisatawanuntuk pelestarian lingkungan alam dan budaya Bali.

Dalam Raperda yang diajukan oleh Gubernur Koster pada rapat paripurna ke-19 masa persidangan III, Rabu (19/12/2018) lalu, wisatawan mancanegara akan dikenakan sebanyak 10 dollar sementara untuk domestik Rp. 25 ribu.

Meski demikian, nyatanya rencana Gubernur Koster ini seperti berubah.

Dalam rapat paripurna DPRD Bali, Senin (14/1/2019) dirinya mengusulkan untuk dilakukan perubahan terkait kontribusi tersebut dengan hanya mengenakannya pada wisatawan mencanegara, sementara yang domestik tidak dikenakan.

Perubahan ini terkait dengan adanya masukan dari salah satu menteri, namun Gubernur Koster enggan membocorkan nama menteri tersebut.

Ada masukan dari pak menteri, usulnya adalah hanya untuk wisatawan mancanegara saja. Tidak perlu wisatawan domestik," kata Gubernur Koster.

Dipilihnya hanya kepada wisatawanmancanegara karena hampir setiap orang dari mancanegara yang datang ke Bali adalah untuk beriwisata.

Berbeda dengan orang domestik yang datang belum tentu beriwisata, melainkan bisa saja untuk bertemu dengan keluarga, sekadar bertemu dengan teman atau melakukan kegiatan instansi.

"Saya kira itu perlu menjadi atensi bagi anggota dewan," kata Koster lagi.

Dia pun menyerahkan kepada anggota dewan untuk membahas lebih lanjut apakan nantinya dikenakan wisatawanmancanegara saja atau juga terhadap wisatawan domestik serta teknis pemungutannya.

Sebagai uji coba, Koster mengusulkan boleh saja dilakukan kepada wisatawan domestik terlebih dahulu dan bisa dilakukan melalui satu jalur transportasi seperti dari udara.

"Yang penting dimulai dulu," tegasnya.

Selain itu dirinya juga melihat bahwa berbagai pihak seperti hotel setuju dengan adanya pemungutan kontribusi terhadap wisatawan dan pembahasan Raperda tersebut dapat dilanjutkan dengan kondusif.

"Jadi karena itu saya memandang ini momentum yang baik untuk menyelesaikannya," jelas Koster. (Tus))

Tidak ada komentar