Header Ads


Breaking News

ini Permintaan TKN Jokowi-Ma'ruf Kepada Polri Terhadap Andi Arief

Portalindo.co.id, Jakarta --Terkait kabar bohong tujuh kontainer surat suara tercoblos. Andi Arief ikut mempertanyakan kabar itu melalui cuitan di Twitter.Lena Maryana Mukti Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta polisi memeriksa Wakil Sekretatis Jenderal Partai Demokrat Andi Arief 

Lena Maryana Mukti, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf

"Ditelusuri saja karena kan ngakunya (cuitan itu) sifatnya pertanyaan, tapi kalau bentuknya pertanyaan yang saya dengar kan tweet-nya itu juga sudah terhapus tidak bisa lagi diakses. (Perlu diselidiki) apakah niatnya supaya tidak diretweet sehingga menjadi kebohongan-kebohongan yang lain atau punya maksud yang lain itu didalami saja," kata Lena kepada Medcom.id, Sabtu, 5 Januari 2019.


Tak hanya menghimbau untuk memanggil Andi Arief. Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan itu juga meminta polisi memeriksa penyebar hoaks lainnya. 

"Bukan sekadar Andi Arief. Siapa pun yang mengetahui kasus ini yaitu sebaiknya polisi memeriksa yang bersangkutan. Termasuk yang mempertanyakan di Twitter misalnya kan mempertanyakan melalui medsos seperti Pak Andi Arief," ujar Lena.

Kabar tujuh kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos pada gambar pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ramai dibahas di sosial media setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mencuit informasi itu. Andi meminta KPU mengecek kebenaran kabar itu.

KPU pun bergerak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 2 Januari 2019, sesaat setelah kabar itu ramai dibahas. Namun, kabar itu terbukti hoaks. Andi pun menghapus cuitan tersebut.

Pada Jumat, 4 Januari 2019, polisi menangkap dua penyebar hoaks surat suara itu. Dua pelaku berinisial HY dan LS itu ditangkap di tempat berbeda. HY ditangkap di Bogor dan LS di Balikpapan. HY dan LS telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.


(Teuf)

Tidak ada komentar