Header Ads


Breaking News

Diduga Terjadi Kecurangan, DPRD Aceh Tamiang Sidak Lokasi Proyek ADD Pekerjaan Fisik Tahap Ketiga


Portalindo.co.id -Aceh Tamiang, Alokasi Dana Desa fisik tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 1,818 milyar desa bandung jaya diduga menjadi ajang kepala desa untuk meraup keuntungan

Menanggapi keresahan yang mengemuka dari masyarakat Desa bandung jaya kecamatan Manyak payed perihal pekerjaan fisik yang terbengkalai, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fadlon bersama komisi III DPRD melakukan Sidak ke lokasi proyek pembangunan guna memastikan isu yang berkembang di kalangan masyarakat Desa bandung jaya.Jum'at ( 11/01/2019)

Sidak yang dilakukan Ketua DPRK bersama komisi yang membidangi infrastruktur dan pembangunan tersebut guna memastikan dugaan beberapa bangunan fisik desa bandung jaya yang terbengkalai pembangunannya.

Politisi Partai Aceh (PA) itu memantau langsung pengerjaan bangunan fisik yang bersumber dari ADD 2018 tersebut dan  menerima semua keluhan masyarakat yang ikut hadir saat itu.

"Kami akan tindak lanjuti masalah ini  dengan membuat pertemuan kembali bersama seluruh masyarakat desa bandung jaya pada minggu mendatang,"ujar fadlon.

Terpisah. Kepala Desa bandung jaya melalui ketua TPK Junaidi saat dikonfirmasi perihal dugaan beberapa bangunan fisik yang bersumber dari ADD 2018 yang terbengkalai pembangunannya hingga saat ini,beberapa proyek fisik tersebut antara lain pembangunan tanggul penahan tebing sepanjang 100 meter, pembangunan LapanganFutsal,pembangunan talud dusun bandung dan pengerasan jalan dusun makmur sepanjang 200 meter, ia menjelaskan pengerjaan proyek tersebut sudah memasuki tahap ke tiga ,untuk pengerasan jalan sudah selesai pengerjaannya,untuk tanggul faktor alam dan kelabilan tanah menjadi kendala dalam pengerjaan sehingga di keseluruhan pengerjaannya dilaksanakan di tahap ke tiga sesuai intruksi BPM,terakhir untuk pembangunan talud dan futsall ia juga menerangkan masih dlm tahap pengerjaan hingga batas waktu bulan Februari 2019.

Seperti diketahui,masyarakat desa bandung jaya merasa resah dan menduga ada permainan pada pekerjaan fisik bersumber ADD 2018 itu, mereka menilai pekerjaan yang dimulai dari bulan Juli 2018 tersebut hingga kini fisiknya masih sekitar 20 s/d 40% padahal ini sudah memasuki perguliran ke tiga dan batas waktu  pekerjaan tersebut di bulan Februari 2019,serta mereka mengatakan diantara fisik yang dilaksanakan ada yang tidak sesuai dengan RAB,bukan hanya itu menurut keterangan mereka ada pekerja yang hingga saat ini belum tuntas pembayaran gajinya ditambah adanya pemotongan HOK 5% yang dilakukan oknum kepala desa tersebut.

Yang sangat disayangkan,saat tim memantau plang proyek,plang tersebut tidak tertulis tanggal mulainya pelaksaan kegiatan hingga batas waktu kegiatan,bahkan ada salah satu plang proyek yang raib entah dimana,terkesan di biaskan dan jauh dari ke transparanan.

Jauh dari prinsip pengelolaan ADD yang seharusnya seluruh kegiatan yang di danai oleh ADD baik fisik maupun non fisik dilaksanakan dan dievaluasi secara terbuka,transparan dan dapat dipertanggung jawabkan.
( DS.Arya)

Tidak ada komentar