Header Ads


Breaking News

Denpasar Mulai Paham Bahaya Kantong Plastik


PORTALINDO.CO.ID-BALI, DENPASAR - "Saya sangat bangga kalau plastik bisa dikurangi, karena plastik sudah bertumpuk di rumah saya," kata Yustina Evi, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Kenyeri, Denpasar, Selasa (8/1/2019) saat menerima tas belanja yang dibagikan DLHK Kota Denpasar di Pasar Kreneng.

Untuk mengurangi keberadaan plastik di rumahnya, ia bahkan membakar plastik tersebut.

Walaupun sudah tahu membakar plastik itu berbahaya bagi kesehatan, namun tetap ia lakukan.

"Saya tahu itu berbahaya tapi kalau numpuk mau bagaimana lagi," imbuhnya.

Ia yang ke pasar seminggu dua kali selalu menggunakan kantong plastikdan beralasan bahwa dirinya tak punya kantong belanjaan.

"Saya gunakan plastik merah besar untuk belanjaan. Tapi sekarang sudah dikasi tas belanjaan, kalau belanja saya bawa ini saja," katanya menunjukkan tas belanjaan yang ia dapat dari DLHK Kota Denpasar.

Ia juga mendukung pelaksanaan pengurangan penggunaan kantong plastik agar sampah plastik bisa dikurangi.

Berbeda dengan Yustina, Nyoman Supratpi dari Banjar Kayu Mas Denpasar sudah membawa kantong belanja kain dari rumahnya.

"Untuk menghemat plastik jadinya saya bawa sendiri. Di rumah juga banyak ada plastik," katanya.

Bahkan ia pun telah mendengar terkait sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik dari televisi.

"Kadang pedagang yang memberikan plastik. Saya sering menolak bungkusan plastik kalau terlalu banyak," katanya. (Tus)

Tidak ada komentar