Header Ads


Breaking News

Dalam Pengembangan EBT, Kemen ESDM sebut Bali Berpotensi


PORTALINDO.CO.ID-BALI.DENPASAR -Provinsi Bali ternyata sangat berpotensi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Potensi itu dijelaskan oleh Direktur Panas Bumi, Energi Baru Terbarukandan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) RI, Ida Nuryatin Finahari di Denpasar, Jum'at (18/1/2019).

Hal tersebut disampaikan oleh Nuryatin saat beraudiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster di ruang kerja gubernur.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratni, Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra.

Dijelaskan, salah satu potensi yang dimaksud yakni berupa panas bumi yang berada di Bedugul, Kabupaten Tabanan.

Selain di Bedugul, masih ada beberapa titik energi panas bumi di Bali.

"Untuk energi baru, panas bumi mungkin menjadi salah satu alternatif untuk di Bali. Selain di Bedugul, ada juga alternatif lain untuk sumber panas bumi yang bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Ia berpendapat bahwa kedepan Bali memang sudah harus mandiri energi.

Dijelaskan Nuryatin, pihaknya sebenarnya telah mencoba membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau angin di wilayah Nusa Penida Kabupaten Klungkung dengan APBN.

Penida sangat kecil sehingga proyek tersebut menjadi tidak maksimal.

"Ke depan kita harus kaji ulang agar hal serupa tidak terulang lagi," imbuhnya.

Sementara itu, menurut Gubernur Koster, Provinsi Bali kini sudah berkomitmen untuk mandiri energi serta menjadikan Bali bersih, indah dan hijau.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Bali tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUEB) dan akan diikuti penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pengelolaan Energi Bersih di Provinsi Bali.

Melalui adanya regulasi tersebut, maka kedepannya Bali bisa mengupayakan terobosan serta pemanfaatan teknologi terbarukan yang dimiliki.

“Bali harus mandiri secara energi, dan energi tersebut adalah energi ramah lingkungan. Untuk mewujudkan itu, semua diesel harus diganti menjadi gas dan energi terbarukan,” kata Gubernur Koster.

Ditambahkan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, ia ingin kedepan Bali memiliki kualitas udara yang sehat.

Untuk itu, ia ingin semua pembangkit listrik yang ada di Bali beralih ke gas.

Koster juga ingin memanfaatkan potensi yang ada seperti tenaga surya, tenaga air, tenaga angin, biomas dan arus laut untuk mewujudkan kemandirian energi di Bali. (Tus)

Tidak ada komentar