Header Ads


Breaking News

Bupati Konawe Disultra Akan Menyegel Dan Usir TKA Asal China Di PT VDNI




PORTALINDO.CO.ID, SULTRA/KONAWE – Sebagai perusahaan yang berkedudukan di Kabupaten Konawe, PT VDNI mempunyai beberapa kewajiban yang harus direalisasikan, antara lain soal perizinan, penetapan upah dan lain lain.

Kery Saiful Konggoasa (KSK) selaku Bupati Konawe, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/1/2019), mengaku bahwa Pemda Konawe dalam beberapa bulan belakangan ini telah melakukan perhitungan masalah pendapatan daerah di PT VDNI.

Dijabarkannya, pendapatan tersebut antara lain terkait pajak keluar masuknya barang, Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan lain lain.

“Kalau diakumulasikan dengan hutang penimbunan saja, sudah puluhan miliar. Belum penggunaan air, solar, dan masih banyak lagi,” terangnya.

Bupati yang menjabat di periode keduanya itu mengatakan, dalam waktu dekat akan melayangkan surat ke pihak PT VDNI, guna memerintahkan perusahaan tersebut agar segera melunasi kewajibannya.

“Ini kan sudah dekat imlek, jadi mungkin setelah direkturnya pulang kesini baru kita menyurat. Kalau tidak mau bayar semua kewajibannya, kita segel itu perusahaan,” lanjutnya.

Selama lima tahun terakhir sejak berdirinya VDNI, menurut Bupati Konawe, belum ada pajak yang masuk, kecuali IMB yang pembayarannya dilakukan secara rutin.

Dijelaskannya, sesuai regulasi yang ada, pekerja China wajib bayar IMTA di Konawe. Dana yang seharusnya masuk ke kas daerah menurutnya sangat besar.

Bupati telah menyiapkan sekitar 200 personil Satpol PP yang akan turun lapangan. Ia pun meminta kepada para camat bersama aparat desa untuk mengusir orang-orang China yang belum membayar IMTA.

“Kalau belum ada kesepakatan juga, khususnya soal IMTA, maka saya sebagai bupati akan mengerahkan Sat Pol PP mengusir itu orang orang China,” tutupnya dengan lantang.(Dany)

Tidak ada komentar