Header Ads


Breaking News

SURAT CINTA DARI ALLAH .


Assalamu ' Alaikum, Wr. Wb .

Portalindo.co.id --Dipenghujung tahun 2018 , masyarakat yang tinggal dan membuka tempat usaha untuk  berdagang dan mencari nafkah ditempat - tempat wisata disepanjang bibir pantai Selat Sunda tiba - tiba  dikejutkan dan diporak porandakan oleh Tsunami.
Tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018 akibat erupsi gunung anak Krakatau langsung menghantam penduduk , para penggiat usaha dan tidak sedikit para wisatawan yang sengaja datang berlibur dan menyelenggarakan hiburan tak pelak dihantamnya pula.
Hampir sepanjang 120 KM tempat wisata yang berjejer mulai dari Anyer, Pantai Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Cigeulis, Cibaliung dan Sumur berantakan, rusak parah bahkan hancur.
 
Ratusan orang meninggal dunia, ribuan orang terluka parah, entah berapa orang yang hilang dan belum ditemukan,  puluhan kendaraan mobil dan sepeda motor rusak berat pemiliknyapun entah kamana apakah terluka, meninggal dunia atau lari menyelamatkan diri dari terjangan Tsunami. 
Puluhan hotel, villa, rumah makan, Gazebo, tempat hiburan dan saung - saung tempat warga berjualan rusak parah bahkan rata dengan tanah, puluhan kapal dan perahu nelayan, bagan - bagan tempat nelayan mencari ikan rusak dan berantakan terdampar hantaman Tsunami . 

Bencana Tsunami mengakibatkan kerugian materi yang besar, banyak masyarakat yang kehilangan harta benda, keluarga, sanak saudara, tetangga dan handai tolan.
Mereka yang meninggal dunia telah dimakankan keluarganya, mereka yang terluka terbaring diberbagai rumah sakit Serang dan Pandeglang.
Mereka yang hilang masih terus diupayakan dicari oleh petugas yang berwenang untuk diketemukan .
Mereka yang selamat di evakuasi, ditampung di posko - posko pengungsian yang menyebar di berbagai tempat yang relatif aman.

Jika kita menyisir dari pantai Anyer , pantai Carita, Labuan , Panimbang , Tanjung Lesung, Cigeulis, Cibaliung sampai ke Kecamatan Sumur kita akan menyaksikan  puluhan posko pengungsian dan tercatat lebih dar 30.000  jiwa yang mengungsi .
Mereka dalam kondisi Shock, Trauma dan jiwa yang terguncang.
Mereka yang semestinya gembira melayani para wisatawan, mencari nafkah di tempat wisata pantai dan mendulang keuntungan di ahir tahun , tapi mereka malah tertimpah bencana dan nyaris  kehilangan semuanya.

Tetapi rupanya Allah SWT amat sayang terhadap hamba Nya. Sepanjang pesisir pantai itu pula kita menyaksikan  terdapat posko - posko bantuan logistik dari Pemerintah, Korporasi, Ormas, LSM, dari Masyarakat dengan berbagai komunitas.
Peduli dan berbagi, bekerjasama untuk membantu segala kebutuhan pengungsi.

Berbagai bantuan telah menyentuh keseluruh pengungsi.
Masa tanggap darurat bencana telah ditetapkan oleh Pemprov Banten akan berahir pada tanggal 9 Januari 2019. Kondisi saat ini mereka belum berani kembali kerumah karena Trauma, terlebih informasi BMKG yang wajib mereka patuhi, dan kalaupun mereka kembali kerumah mereka tidak bisa beraktivitas mencari nafkah karena para wisatawan yang merupakan asset mereka sampai saat ini belum  berani mengunjungi tempat - tempat wisata pantai, sungguh ini suatu penderitaan yang mereka alami entah sampai kapan akan berahir dan kembali pulih seperti semula .

Kita semua berharap agar bantuan dari berbagai pihak terus mengalir jika mungkin sampai masa tanggap darurat bencana selesai, yaitu 9 Januari 2019.

Kita harapkan pula pasca bencana Tsunami di Selat Sunda ini tidak ada lagi kekhawatiran dan rasa takut , seluruh masyarakat yang terdampak agar kembali pulih dan para wisatawan kembali berkunjung sehingga semuanya bisa kembali beraktivitas.

Tsunami yang kini menerjang tentu suatu teguran dari Nya, kita ikhlas menerimanya bahwa ini adalah SURAT CINTA DARI ALLAH.
maka marilah kita membalasnya dengan ke Taqwaan, tidak perlu lagi ada hura - hura , hiburan,  dan pesta tahun baru.
Mari kita ramaikan Masjid, Mushalla dan Surau - Surau dengan membaca Qur'an,  Dzikir, Istoghosah, baca Shalawat Nabi dan gaungkan suara Takbir dan asma Allah agar tak terdengar lagi suara kembang api , suara terompet dan hingar bingar suara  kenalpot kendaraan dan kelakson serta suara alunan nyanyian dan musik .

Dengan Taqwa kepada Allah SWT. yakinlah bahwa rasa Shock, Trauma dan jiwa para pengungsi yang terguncang akibat Tsunami bisa kembali jernih dan ikhlas menerima segalanya.

Wassalamu 'Alaikum, Wr. Wb.

Pantai Carita, 30 Desember 2018.

HR. UBAY PERMANA 
Relawan kemanusiaan Bencana Selat Sunda.

Tidak ada komentar