Header Ads


Breaking News

Pedagang Di Area Pasar Latu Keberatan Direlokasi


PORTALINDO.CO.ID-BALI ,MANGUPURA - Bendesa Adat Gerih, Wayan Rencana mengakui  hingga kini belum ada kepastian soal relokasi pedagang Pasar Kertha Sari alias Pasar Latu di Desa Gerih, Abiansemal. Menurutnya, versi dia sebagian besar pedagang keberatan dipindah.
Wayan Rencana mempertanyakan nasib para pedagang yang sebagian adalah warga adat. Pasar ini direncanakan bakal direlokasi dan dibangun sekolah negeri tingkat SMP.

"Kapan ada konfirmasi? Belum ada," tegasnya, Jumat (28/12/2018).

Pihaknya mengakui beberapa perwakilan pedagang memang sempat bertemu Wakil Bupati Badungterkait wacana perombakan pasar menjadi sekolah tersebut, namun hingga saat ini  belum ada keputusan.

“Pada saat pembicaraan dengan Bapak Wakil Bupati, di ruangan rapat wakil bupati, beliau cuma menanyakan apakah ada tanah milik desa untuk dibangun pasar. Beliau hanya menanyakan, bukan diminta mencarikan,” jelasnya.

Menurutnya, Wakil Bupati Ketut Suiasa baru sebatas menanyakan lahan yang bisa dibangun. Bahkan terkait sosialisasi, pihaknya mengatakan hingga kini belum juga ada sosialisasi kepada pedagang.

Kata dia, rata-rata pedagang keberatan karena mereka dahulunya berdagang di Pasar Mambal.

Namun para pedagang ini diminta pindah karena ada wacana penutupan Pasar Mambal. Mengenai iuran per bulan atau per hari terhadap pedagang, pihaknya tidak tahu sama sekali ada atau tidaknya.

Namun pihaknya mengaku di desa adat selama ini tidak pernah mendapat sumbangan apapun.

"Mohon maaf, desa kami hanya menerima sampahnya saja. Tidak pernah sepeserpun masuk ke kas desa. Punia pun tidak ada," tegasnya.



Ia pun berharap, kawasan pasar tetap dipertahankan, sedangkan sebagian dibangun sekolah. Misalnya, dari luas 1,06 hektare, 80 are bisa dibangun sekolah, sementara sisanya tetap dipertahankan menjadi pasar.

“Dengan demikian, kan kedua kepentingan tetap jalan. Karena pedagang juga merasa keberatan,” tungkasnya.

Pembangunan sekolah baru dengan memanfaatkan lahan Pasar Kertha Sari alias Pasar Latu di Desa Gerih, Abiansemal, tidak hanya sekedar wacana.  Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) saat ini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk proyek tersebut.

Lahan yang luasnya 1 hektar lebih itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah menengah pertama (SMP). Disdikpora rencanaya akan membangun SMP Negeri 5 Abiansemal untuk menunjang pendidikan di Bumi Keris.

Kepala Disdikpora Badung I Ketut Widia Astika, mengatakan pihaknya sudah memastikan hal tersebut.

Bahkan kata dia rencana pembangunan SMP 5 Abiansemal dengan memanfaatkan lahan Pasar Kertha Sari telah dikoordinasikan dengan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, selaku pihak yang bertanggungjawab dalam hal pengelolaan.

“Hasil koordinasi tidak ada masalah, karena itu pemilihan lokasi pembangunan sekolah baru tidak berubah dari rencana awal,” kata Astika, Jumat (28/12/2018) kemarin.

Jika sesuai rencana,  selesai tahun ini, pada tahun 2019 masuk pengerjaan fisik.

Pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini, mempertegas bahwa pembangunan SMP Negeri 5 Abiansemal sejatinya merupakan suatu kebutuhan. Terutama untuk menampung putra-putri daerah untuk mendapatkan akses pendidikan yang memadai.

Di samping itu, bagian tak terpisahkan dari program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah.



“Kan wajib sekolah 9 tahun, makanya pembangunan sekolah ini sangat penting. Bukan berarti pasar tidak penting, tetap juga penting. Ada perannya sendiri-sendiri. Untuk itu, dari hasil koordinasi kami dengan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, masih dicari solusi yang terbaik. Sekarang hal itu sedang dilakukan,” tegasnya. “Intinya kami berharap yang terbaik. Karena sekolah juga demi anak-anak kita,” terangnya.

Perumda Pasar Sudah Beri Restu
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sutarma membenarkan  rencana perombakan tersebut menjadi sekolah. Pihaknya juga sudah menyetujui perombakan pasar yang akan dijadikan sekolah.

“Sudah kami bahas sebelumnya bersama Disdikpora Badung, dan kami izinkan itu dipakai sekolah,” ujarnya.

Terkait nasib pedagang, Sutarma mengatakan akan mencarikan  solusi dengan mencarikan lahan di Desa Gerih, Abiansemal, Badung.

“Desa Adat Gerih akan mencarikan lokasi pasar, karena yang berjualan di Pasar Pasar Kertha Sari alias Pasar Latu itu  mayoritas pedagang dari Desa Adat Gerih,” tegasnya.

Pihaknya juga sudah menssosialisasikan rencana tersebut dengan para pedagang. Sehingga beberapa pedagang bisa pindah berjualan dengan lahan yang baru.

“Saya sudah sosialisasi kepada pedagang. Saya sudah panggil beberapa perwakilan pedagang, saya suruh mengkoordinasikan” tandasnya. (Tus)

Tidak ada komentar