Header Ads


Breaking News

Maksimal 20 Tahun Penjara, Ancaman Hukuman Bupati Cianjur

Portalindo.co.id, Jakarta --Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dipastikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan hukuman maksimal,  Irvan dan anak buahnya diduga korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.
"Kita sepakat untuk penuntutannya, akan tuntut maksimal supaya memberi efek jera agar tidak terjadi  di daerah-daerah lainnya," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/12) malam.

Basaria mengaku kecewa atas dugaan korupsi di sektor pendidikan yang melibatkan politikus Partai NasDem. Menurut Basaria, seharusnya DAK Pendidikan 2018 itu digunakan untuk membangun fasilitas di 140 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Fasilitas tersebut seperti ruang kelas, laboratorium atau fasilitas yang lain, tapi justru dipangkas sejak awal untuk kepentingan pihak-pihak tertentu," ujarnya.
Irvan bersama anak buahnya diduga telah memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar. Irvan diduga memerintahkan jajarannya memotong dana yang telah dialokasikan ke 140 SMP.

Selain Irvan, KPK menjerat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi (CS); Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin; dan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady

Namun, Cepy yang juga orang kepercayaan Irvan tak ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK. Cepy diduga berperan sebagai perantara pemberian uang dari para kepala sekolah kepada Irvan. KPK meminta Cepy segera menyerahkan diri.

Atas perbuatannya, keempat tersangka tersebut dijerat Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Bila melihat pasal-pasal yang disangkakan, Irvan dan anak buahnya bisa terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. (Irma Wulan)










Tidak ada komentar