Header Ads


Breaking News

Kerja Kera Polri Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan di Tanah Papua, Begini Keberhasilannya :

Portalindo.co.id - Sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya diduga menjadi korban pembantaian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (02/12).

“Senin (03/12) sekitar pukul 15.30 WIT telah didapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya,” Ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulisnya.
Pembantaian dilakukan saat puluhan korban tengah membangun jembatan di dua lokasi. Dari informasi masyarakat pembunuhan terhadap pekerja proyek Istaka Karya yang terjadi pada Minggu (02/12) di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga.
Menanggapi peristiwa yang sangat keji tersebut, mantan Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen, AKBP Y.W. Niti Harto Negoro, SIK yang kini berdinas di Mabes Polri menceritakan kilas balik Pemberontakan OPM wilayah Timur yang terjadi pada Perayaan 01 Desember 2015 lalu di kabupaten Kepulauan Yapen di kampung Wanampompi distrik Yapen timur yang mengakibatkan 4 (empat) orang tewas dan 8 (delapan) orang lainya luka parah.
Dalam baku tembak di Yapen, kala itu, Panglima OPM Wilayah Timur Tewas.
AKBP Y.W. Niti Harto Negoro, SIK, yang kala itu menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen, mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula ketika anggota Polres Kepulauan Yapen melakukan patroli ke arah kampung Wanampompi melalui Kampung Kainui, Kampung Wawuti dan Kampung Wadapi, sekitar pukul 05.30 WPB, menelusuri informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa adanya bendera OPM berkibar di Kampung Wanampompi.
Pada jam 07.15 WIT, anggota Polres Kepulauan Yapen yang saat itu dipimpin Kabag Ops AKP J. Poceratu dan Kasat Intel AKP H. Imam Komari serta Kapolsek Angkai Sera Iptu M. Arebo tiba di Kampung Wanampompi. Setibanya di Kampung Wanampompi, sekitar + 20 (dua puluh) orang bersenjata melakukan penghadangan.
Kelompok yang bersenjata ini, membawa parang dan senjata api rakitan mendekati anggota yang patroli dan melakukan penyerangan dan kemudian direspon dengan mengeluarkan tembakan peringatan

“Tetapi tembakan peringatan tersebut tidak diindahkan oleh yang diduga OPM, malah melakukan penembakan ke mobil patroli, Dalmas. Sehingga baku tembak terjadi,” Ungkapnya ketika ditemui, Rabu (05/12/18).

Kemudian, lanjutnya, AKBP Y.W. Niti Harto Negoro, SIK menerima laporan tersebut dan langsung menuju ke lokasi dimana terjadi baku tembak antara Kelompok OPM dengan anggota Polres Kepulauan Yapen.

“Terkait kejadian tersebut dilakukan pengejaran kepada para pelaku (Kelompok OPM) oleh personil Polri, sehingga dapat melumpuhkan 4 (empat) orang anggota OPM yang selanjutnya meninggal dunia antara lain Erix Hetni Manitori, Darius Andiribi, Herman Manitori dan 1 (satu) orang luka berat dibagian perut dan kaki,”Lanjutnya.

Lebih jauh dikatakannya, setelah dibawa ke UGD RSUD Serui atas nama Yulianus Robaha meninggal dunia. Diketahui pula, dalam identitas yang ditemukan oleh personil gabungan, salah satu pelaku OPM atas nama Erix Hetni Manitori merupakan panglima OPM berpangkat Serg Major menjabat Pangdam III Yawaro.

“Dari keempat pelaku yang berhasil dilumpuhkan didapati barang bukti berupa, senjata api rakitan laras panjang, satu pucuk airgun Jericho, senjata tajam jenis sangkur dan golok, bendera OPM, 2 (dua) Unit HT (alat komunikasi), dan 2 (dua) buah tas yang berisi amunisi aktif,” Kata Y.W. Niti Harto Negoro, SIK yang kini berpangkat Kombes.

Setelah Baku tembak antara personil Polri terjadi, masih dilakukan penyisiran di area kampung Winam Pompi guna mencari kelompok OPM, setelah dinyatakan aman Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen AKBP Y.W. Harto Negoro, SIK melakukan upaya penggalangan melalui Tokoh Adat setempat yang bertujuan agar para kelompok OPM mau menyerahkan diri kepada aparat Polri.

Upaya penggalangan Pertama Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen kala itu AKBP Y.W. Harto Negoro, SIK membuahkan hasil, pada hari Selasa 15 Maret 2016 pukul 10.30 WIT, berlokasi di Kampung Manana Distrik Angkaisera, 5 (lima) Orang Anggota OPM menyerahkan diri ke Polres Kepulauan Yapen, berikut barang bukti senjata api rakitan sebanyak 4(empat) pucuk.
Disusul keberhasilan penggalangan kedua pada selasa 14 April 2016 pukul 11.30 Wit, lokasi kampung Wanapompi Distrik Yapen 1 (satu) anggota OPM menyerahan diri ke Polres Kep. Yapen.

Dan Keberhasilan ketiga pada hari Kamis 1 September 2016 Pukul 14.30 Wit, berlokasi Kampung Wabuayar Distrik Yapen Timur 1 (Satu) Orang menyerahkan diri ke Polres Kepulauan Yapen, berikut barang bukti berupa 1(Satu) Pucuk air softgun dan 1 (Satu) Pucuk senjata Api laras panjang rakitan berikut amunisinya.

Setelah rangkaian kejadian tersebut diatas Personil Polri melakukan penyisiran di beberapa area dan menemukan bendera bintang kejora (OPM) berkibar, dan dilakukan upaya penurunan bendera tersebut oleh personil Polri berpakaian preman guna mengantisipasi kerawanan.

Selanjutnya Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen AKBP Y.W. Niti Harto Negoro, SIK yang juga pernah berdinas di Polda Metro Jaya sebagai Kapolsek Kembangan, Taman Sari dan Kebon Jeruk Jakarta Barat tersebut, mengajak seluruh Tokoh Adat setempat untuk membantu membujuk agar kelompok pemberontakan OPM yang masih belum menyerahkan diri segera mengakui kedaualatan NKRI kembali dan mengibarkan bendera Merah putih sebagai lambang Negara.


Berikut merupakan kilas balik keberhasilan Polri dalam menjaga Stabilitas Keamanan di Tanah Papua terkait dengan adanya kelompok Pemberontakan OPM.(Red)

Tidak ada komentar