Header Ads


Breaking News

Diduga Edarakan Sabu-Sabu Dikenakan Dakwaan Alternatif





PORTALINDO.CO.ID, DENPASAR - I Gede Supariyatna (22) hanya bisa diam menunduk saat didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (10/12/2018).

Pria tamatan SMP ini diadili lantaran diduga terlibat peredaran narkotik jenis sabu-sabu.

Terhadap perbuatan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pembacaan surat dakwaan, mendakwa Supriyatna dengan dakwaan alternatif.

Atas dakwaan itu, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum Peradi Denpasar tidak mengajukan keberatan (eksepsi).



"Terima kasih Yang Mulia. Setelah berdiskusi dengan terdakwa, kami tidak mengajukan keberatan," ujar Catherine Vania, selaku anggota tim penasihat hukum kepada majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day.

Sementara di persidangan, Jaksa Rindayani mengurai dakwaan yang dikenakan kepada terdakwa.

Dakwaan pertama disebutkan bahwa terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima.

Menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I berupa sabu-sabu dengan berat keseluruhan 2,52 gram netto.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotik," jelasnya.

Atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman, berupa sabu-sabudengan berat keseluruhan 2,52 gram netto.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Pula dalam surat dakwaan dibeberkan ditangkapnya terdakwa.

Ditangkapnya terdakwa berawal dari perintah narapidana dari Lapas Kerobokan bernama Beni Chandra, yang memerintahkan terdakwa mengambil sabu-sabu di daerah Renon.

Tidak hanya mengambil, terdakwa juga diperintahkan menempel sesuai perintah Beni Chandra.

"Terdakwa sendiri sekali tempel mendapat imbalan Rp 50 ribu. Selain diberikan uang, terdakwa juga diberikan imbalan sabu-sabu," terang Jaksa Rindayani.

Diungkapkan, terdakwa menempel sabu atas perintah Beni Chandra di sejumlah tempat.

Usai melakukan tugasnya terdakwa kembali ke kosnya di daerah Jalan Gandapura.

Setiba di kos, terdakwa dihampiri petugas Satresnarkoba Polda Bali yang sebelumnya telah mendapat informasi.

Informasi itu menyebutkan, terdakwa sering melakukan transaksi narkoba.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan badan, pakaian serta kamar kos terdakwa.

"Dari penggeledahan itu, ditemukan 4 paket sabu-sabu. Selain itu ditemukan juga 1 unit timbangan digital, 1 bendel plastik klip kosong. Dari 4 paket sabu itu diperoleh berat 2,52 gram netto," urai Jaksa Rindayani. (Tus)

Tidak ada komentar