Header Ads


Breaking News

Cicil Pencairan Dana Desa, Bank Sulteng Cabang Bungku Dikeluhkan

Portalaindo.co.id, Morowali --Sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Morowali mengeluhkan ulah pihak perbankan yang menangani pencairan dana desa di Kabupaten Morowali, dalam hal ini Bank Sulteng Cabang Bungku. Pasalnya, selain ada keterlambatan, proses pencairan dana desa pun dicicil.
Berdasarkan UU Desa Tahun 2014, proses pencairan dana desa dilakukan satu minggu setelah dana desa ditransfer dari pemerintah pusat. Untuk Morowali, dana desa ditransfer sejak akhir bulan November. 

Seharusnya, pemerintah desa telah menerima pencairan dana desa untuk tahap III tahun 2018 sebesar 40 persen yang secara total dana mencapai Rp. 200 juta sampai Rp. 300 jutaan perdesa di awal bulan Desember 2018. 

"Tetapi yang terjadi saat ini, proses pencairan dana desa baru dilakukan pertanggal 12 Desember 2018. Selain ada keterlambatan, proses pencairan pun dilakukan berangsur atau dengan kata lain dicicil istilah disini dengan nominal pencairan awal sebesar Rp. 100 jutaan perdesa," ungkap salah seorang kepala desa di Morowali, Rabu, 19 Desember 2018.

Disisi lain, tambahnya, kami selaku pemerintah desa dituntut untuk menyelesaikan pengelolaan dana desa, pembangunan di desa tepat waktu. Begitu juga Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), harus selesai per 31 desember 2018 yang tinggal menghitung hari.

"Makanya, kami pemerintah desa menilai pihak Bank Sulteng cabang Bungku tidak profesional atau tidak mempu menangani penyaluran dana desa diwilayah Kabupaten Morowali," terangnya. 

Kami berharap, lanjut beberapa Kepala Desa lainnya, dengan kondisi ini, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan keinginan para kepala desa agar mengganti kemitraan perbankan yang menangani pencaiaran anggaran di desa. "2019 Ganti Bank, itu solusi," terang sejumlah kepala desa kepada wartawan media ini.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Morowali, Alwi Gawi menjelaskan, setelah adanya transfer dana desa dari pusat, pihaknya sudah menyelesaikan proses SP2D untuk peminda Bukuan kemasing-masing rekening desa dalam rangka memperlancar proses pencairan.

"Jadi kalau di keuangan sudah clear, domainnya tinggal di Bank Sulteng Cabang Bungku," terang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Morowali, Alwi Gawi saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Irmayani Head Servis Bank Sulteng Cabang Bungku saat dikonfirmasi mengakui, hingga saat ini proses pencairan dana desa tahap III belum selesai. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mengakibatkan proses pencairan dana desa dilakukan dengan cara dicicil dan hingga kini belum tuntas. 

"Pertama soal limit fisik dana di setiap bank yang dibatasi sesuai ketentuan Bank Indonesia. Kita tidak bisa sekaligus mencairkan dana desa, karena dibatasi soal ketersediaan fisik dana," ujar Ibu Ema sapaan Head Servis bank Sulteng. 

Kedua, lanjutnya, soal waktu yang bertepatan diakhir tahun. Hampir seluruh instansi mengejar untuk segera melakukan pencairan. Dan kita harus melayani juga, sehingga kita akomodir semua. 

"Tetapi kita tetap optimis, proses pencairan dana desa akan selesai sebelum menyeberang tahun. Minggu depan, Insya Allah tuntas. Jadi saya tegaskan, proses pencairan dana desa tidak menyeberang tahun," tandasnya. (WARDI)

Tidak ada komentar