Header Ads


Breaking News

Aktifitas PT. Rosini, Sebabkan Hutan Mangrove Waturambaha Konut Terancam Punah


Portalindo.co.id, Konawe Utara (Konut) -- Aktivitas penambangan ore nikel oleh perusahaan PT. Rosini, menyebabkan Hutan Mangrove terancam punah dan diperkirakan akan musnah ditelan tanah merah.

"Penambangan PT. Rosini yang terletak di Desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara (Konut), dinilai aktifitas penambangannya tidak sesuai mekanisme dan prosedural sebab melakukan tindakan pengrusakan pada hutan mangrove"

Ardiansyah yang merupakan salah satu warga waturambaha mengatakan bahwa kerusakan hutan mangrove tersebut diduga dilakukan oleh perusahaan tambang ore nikel yang beroperasi diwilayah tersebut. Padahal Hutan Bakau telah tumbuh subur secara berjejer dibibir laut, namun kini terancam punah. Ujarnya kepada awak media (11/12/18)

"Punahnya Hutan Mangrove ini sebagian besar disebabkan akibat penggusuran dan penimbunan areal hutan mangrove yang digunakan sebagai "Stockfile" (penampungan ore nikel) yang berasal dari lokasi tambang sebelum diangkut ke kapal tongkang dan bahkan juga dijadikan tempat pembuangan OB," Terangnya Ardiansyah

Selain penggusuran Hutan Mangrove jenis bakau ini juga mengalami kehancuran akibat abrasi yang terjadi pada pesisir pantai yang materialnya berupa lumpur merah yang berasal dari tanah dilokasi tambang yang hanyut disaat musim hujan terjadi nanti. Bebernya Ardi

Olehnya itu, masyarakat Waturambaha mengutuk keras atas tindakan yang dilakukan oleh perusahaan tambang yang dengan sengaja merusak ekosistim lingkungan dikawasan areal pertambangan. Ia akan melakukan upaya hukum atas tindakan yang sangat merugikan kelestarian lingkungan. Pungkasnya Ardiansyah

"Kami masyarakat waturambaha, berharap kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk menindak lanjuti adanya pengrusakan hutan mangrove atas tindakan pelanggaran oleh perusahaan PT. Rosini," Ungkapnya Ardiansyah

Saat ini awak media Portalindo telah berupaya maksimal untuk melakukan klarifikasi namun belum mengetahui keberadaan pihak manajemen PT. Rosini, hingga berita ini diturunkan.

Laporan Darman

Tidak ada komentar