Header Ads


Breaking News

Airlangga: Kinerja Presiden Jokowi Tak Cukup Hanya Satu Periode Kepemimpinan

Portalindo.co.oid, Jakarta --Penegasan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, partainya akan habis-habisan mengampanyekan Presiden Joko Widodo agar terpilih kembali di 2019.  Airlangga mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo selama empat tahun terakhir masa kepemimpinannya.

"Singkatnya, selama empat tahun, Indonesia bisa dikatakan sebagai a country on the move, sebuah negeri yang terus bergerak untuk merebut mimpi dan kemajuan bersama," kata Airlangga dalam pidato refleksi akhir tahun Partai Golkar, Kamis 27 Desember 2019.

Menurut Airlangga, capaian kinerja Presiden Jokowi tak cukup hanya satu periode kepemimpinan. Demi melanjutkan ke periode kedua, Golkar siap habis-habisan mengampanyekan Jokowi dengan pasangannya saat ini, Ma'ruf Amin. 

"Dan karena itulah, Partai Golkar bukan hanya memberikan apresiasi, tetapi senantiasa berdiri di garis terdepan untuk mengawal," ucap Airlangga.

Pengamat politik Burhanudin Muhtadi mengatakan pidato politik Airlangga itu bisa jadi bukti soliditas Golkar dari semua laporan struktur partai mendukung Jokowi-Ma'ruf. Dari sisi hitung-hitungan politik, kata Burhanudin, dukungan Golkar jelas salah satu kunci kekuatan Jokowi di parlemen jika terpilih kembali di 2019. 

"Cara melihatnya sangat sederhana sekali. Sejak Golkar mendukung pemerintah, Pak Jokowi ternyata mampu melakukan rekonsolidasi kekuasaan karena sebelum Golkar masuk, Pak Jokowi hanya bisa menang dengan kekuatan 37 persen di parlemen," kata Burhanudin.

Dengan dukungan dua kekuatan partai besar PDIP dan Golkar, Burhanuddin memprediksi roda pemerintahan Jokowi di periode kedua nanti berjalan lebih mulus. Menurut Burhanudin, konstalasi politik berubah ketika Golkar memutuskan merapat ke Jokowi. 

"Pak Jokowi di pemerintahan relatif lebih mudah mendapatkan persetujuan politik dari parlemen," ujar Burhanudin.

Keberadaan relawan Golkar Jokowi (GoJo) melalui pemanfaatan kegiatan media luar ruang dan media sosial secara masif diharapkan membuat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf terus merangkak naik. "Tentunya memiliki keuntungan elektoral untuk Partai Golkar maupun pasangan Jokowi-Ma'ruf," tutup Burhanudin. (aksan)

Tidak ada komentar