Header Ads


Breaking News

9 Miliar Aset PDAM Bakal Dihibahkan

PORTALINDO.CO.ID-BALI, BANGLI - Sejumlah aset PDAM yang berada di wilayah Kabupaten Bangli hingga saat ini statusnya masih tercatat di kementerian.
Kondisi ini menjadi kendala utama pada penyertaan modal pemerintah daerah untuk biaya perawatan rutin di PDAM.

Direktur PDAM Bangli, Gede Yuliawan Askara, Kamis (27/12/2018), tidak memungkiri jika status kewenangan aset ini kerap kali menjadi temuan BPK saat dilakukan pemeriksaan.

Pasalnya, sejumlah aset fisik PDAMBangli seperti reservoir, jaringan pipa, dan pompa masih tercatat di kementerian.

Sebab itu perlu dilakukan penghapusan aset di kementerian pusat untuk selanjutnya dilakukan penghibahan dengan tujuan kejelasan pengelolaan aset, serta memudahkan pengalokasian anggaran.

“Inilah yang kerap kali menjadi temuan. Asetnya tercatat di pusat, apakah pusat juga menganggarkan? Mereka takutnya terjadi doublepenganggaran,” ujarnya.

Kata Gede Yuliawan, persoalan aset di PDAM ini sebenarnya sudah terjadi cukup lama sebab sebelum berubah nama menjadi PDAM, mulanya sekitar tahun 1970an bernama Badan Pengelola Air Minum (BPAM).

Baru pada tahun 1986 berubah menjadi PDAM. Namun demikian, asetnya belum dihibahkan ke daerah.

“Hanya berupa berita acara pengelolaan sementara saja, jadi asetnya tercatat di pusat pemeliharaannya di kami (PDAM),” katanya.

Mengenai temuan tersebut, lanjut Gede Yuliawan, pihaknya diarahkan ke Kementerian PUPR agar segera mengurus penghibahan aset itu pada PDAM.

Upaya ini diakuinya telah dilakukan sejak tahun 2015, dan hingga kini masih berproses.

Beberapa syarat untuk penghibahan aset, sambungnya, memberikan surat pernyataan dari bupati atas kesiapan menerima hibah aset, serta data jumlah aset beserta nilainya.

Mengenai jumlah aset pusat yang terdata, Gede Yuliawan menyebutkan secara keseluruhan mencapai Rp 40 miliar.

Dari jumlah itu baru aset senilai Rp 9 miliar yang sudah terdata dengan baik dan siap dihibahkan ke PDAM Bangli.

Sedangkan Rp 31 miliar sisanya masih perlu dilakukan penelusuran.

“Walau aset senilai Rp 9 miliar itu sudah siap dihibahkan, tahun 2019 mendatang tidak serta-merta asetnya sudah tercatat di PDAM Bangli. Perlu dilakukan tahapan appraisal dulu sehingga barang-barang yang sudah mati, rusak, tidak layak dipergunakan, serta sudah jadi rongsokan tidak menjadi beban kami,” tandasnya. (Tus)

Tidak ada komentar