Header Ads


Breaking News

Stop,,,Penambangan Nikel Ilegal PT. KMJ di Desa Waturambaha Konut



Portalindo.co.id, Konawe Utara Sultra -- Masyarakat Konawe Utara (Konut), meminta ketegasan pihak aparat hukum dan instansi terkait untuk segera menghentikan dan "Stop" proses penambangan ilegal yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan PT Konnikel Mitra Jaya (PT KMJ) yang sedang beroperasi di Kecamatan Lasolo Kepulauan khususnya di Desa Waturambaha.

"Masyarakat Waturambaha Konawe Utara, mengharapkan kepada pemerintah terkait dan aparat hukum untuk tuntaskan persoalan aktifitas penambangan nikel ilegal yang dilakukan perusahaan PT. KJM"

Foto : Ardiansyah saat wawancara dengan awak media

PT. KMJ tersebut, sangat jelas telah melakukan pelanggaran hukum sebab tidak memiliki IUP, tidak ada izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dan juga aktifitas penambangan yang dilakukan tidak memiliki amdal, serta tidak memiliki SKAB (Surat Keterangan Asal Barang), bahkan tidak miliki surat izin pelabuhan khusus (pelkhus), ujarnya Ardiansyah (Koalisi Suara Rakyat Pesisir Lasolo Kepulauan). Sabtu, 24/11/2018

Foto : Ardiansyah, Koalisi Suara Rakyat Pesisir Lasolo Kepulauan Konut

“Perusahaan PT. KMJ, sangat jelas telah melanggar hukum, olehnya itu kami masyarakat Waturambaha Konut meminta kepada aparat hukum untuk segera menghentikan dan menutup aktifitasnya,” ungkap Ardiansyah

Ardiansyah yang mewakili masyarakat waturambaha, meminta kepada aparat hukum untuk melakukan menyegelan terhadap perusahaan tambang PT. KMJ dan segera menghentikan segala bentuk aktifitasnya. Ucapnya

“Berharap langkah ketegasan aparat hukum dan pemerintah terkait karena perusahaan tersebut sangat jelas merugikan daerah Konawe Utara khususnya Desa Waturambaha,” Harap Ardiansyah


Foto : Jakri Jafar, Jenderal Lapangan Koalisi Suara Rakyat Pesisir Lasolo Kepulauan Konut

Sementara itu, Jenderal lapangan koalisi suara rakyat pesisir, Jakri Jafar mengatakan, diduga ada beberapa oknum aparat yang dianggap ikut terlibat dalam aktifitas penambangan PT. KMJ sehingga dapat memudahkan aktifitasnya berjalan dengan lancar. Pungkas

"Kami duga ada oknum aparat sedang bekerja sama dengan perusahaan PT. KMJ, oknun aparat tersebut terindikasi membackup tambang ilegal itu," Tutupnya Jakri Jafar.

Laporan Darman

Tidak ada komentar