Header Ads


Breaking News

Perempuan Siap Perang dan Menjadi Garda Terdepan Perangi Konflik Berkepanjangan



PORTALINDO.CO.ID, JAKARTA - Program Sinerji Three End  (3END):  Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, Akhiri perdagangan orang, kesenjangan ekonomi terhadap perempuan, dihadiri oleh 100 warga Johar Baru, dengan tema "Usaha Meningkatkan Keluarga Mandiri Sejahtera & Hidup Sehat Bebas Narkoba untuk Ketahanan Keluarga dengan Berkoperasi dan Menjadikan Sampah Bernilai Ekonomis"


Program ini bersinerji dengan KPPA, BNN, Kemenkop, Pusdiklat Koperasi Provinsi DKI, Sudin Lingkungan hidup Jakarta Pusat, Forkomnas bidang Ketahanan keluarga memberikan Diklat Dasar-dasar Manajemen Koperasi selama empat hari.

Ketua Forum Komunikasi Nasional  Partisipasi Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Forkomnas PM-PPPA) bidang Ketahanan Keluarga,  ketua Lembaga Pemberdayaan Perempuan  Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia, Hipmikindo, Judika Fratiwi mengatakan kepada awak.media melaui pesan whatsApp, bahwa perempuan Johar Baru siap  perang dan menjadi garda terdepan untuk memerangi konflik berkepanjangan  disalah satu sudut ibu kota kebanggaan kita Jakarta, mereka para pendekar sejati bertekad ingin menjadikan  Johar Baru lebih baik, sehat, bebas narkoba, bebas tawuran, bebas bulliing dan pelecehan seksual serta ekonomi maupun kesejahteraan keluargapun meningkat berkelanjutan.

Kemudian ia mengatakan, tekad bulat itu termotivasi setelah mendapat edukasi, pendidikan dan pelatihan serta advokasi kepada para perempuan dan anak di lingkungan kecamatan Johar baru oleh  Kemenkop UKM, Kemenhut & KLH, BNN serta beberapa organisasi lain yang sangat peduli terhadap masalah yang dihadapi masyarat khususnya kaum perempuan dan anak.

Selanjutnya bermula dari beban hidup masyarakat terutama anak-anak dan remaja sangat berat lantaran semakin sempitnya ruang untuk bergerak, bermain  dan menyampaikan asprisiasi, para remaja tersebut tergoda untuk selalu eksis dengan  nongkrong  di bibir bibir gang saling menunjukkan kehebatan kelompok, masing-masing kelompok  begitu mudah tersulut emosi  dan menjadi pemicu pertengkaran antar geng sering kali berujung tawuran berkepanjangan.

Menurut hasil Badan Pusat Stastik (BPS) terdapat 12 lokasi kumuh di empat kelurahan  di Kecamatan Johat Baru,  yang sudah mengakar bertahun-tahun tingginya peredaran Narkoba, Johar Baru termasuk salah salah pusaran peredaran Narkoba tertinggi di tanah air.

Tingginya angka pengedar narkoba juga pengaruh dari kesulitan ekonomi karena sulitnya mereka mendapat pekerjaan.

Menurutnya Johar baru yang juga sering disebut kampung narkoba serta tawuran warga yang sering terjadi bisa  dalam satu hari kadang-kadang mencapai 3 kali, menurut kisah beberapa warga yang menyampaikan keluhannya.

Itu dampak padatnya jumlah penduduk dan sempitnya ruang gerak  mempengaruhi prilaku dan gaya hidup masyarakat terutama diperkotaan, kondisi udara kurang yang sehat akibat berbagai polusi termasuk kepadatan rumah membuat pemuda/remaja dan anak tidak betah berlama-lama di dalam rumah yang kuang nyaman dan sering kali sirkulasi udarapun kurang layak, akhirnya mereka mencari alternatif,  tempat yang lebih nyaman menurut ukurun mereka seperti pinggir jalan, taman atau ruang terbuka lainnya.

Kemudian katanya, sinerji dengan Pusdiklat Dinas Koperasi Prov DKI, Diklat Dijital Marketing selama satu hari, Diklat Pengolahan sampah menjadi ekonomis dengan swakelola, sinerji dengan Sudin Lingkungan Hidup selama satu hari, Ketahanan Keluarga bagi Perempuan guna menjadikan perempuan mandiri oleh bidang Ketahanan Keluarga Forkomnas, Super Kids dari Forkomnas, memberikan edukasi jangan sentuh rokok dan narkoba serta jauhi bulling.

Sementara ketua umum  Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) yang juga ketua Dekopinwil DKI Jakarta  mengatakan bahwa selain memberikan Diklat dan advokasi Forkomnas juga memberikan sumbangan kepada RPTRA  Johar baru, 30 meja belajar untuk PAUD. Perlengkapan karete untuk remaja juga  mendirikan koperasi yang perizinannya diberikan dan akan dibantu penuh oleh Kemenkop, serta pendampingan, Konsultasi Koperasi dan Kewirausahaan yang berkelanjutan  diberikan.

Iapun berharap kegiatan ini  kedepan hendaknya program ini menjadi prioritas Pemerintah, Pemda, BUMN dan steakholder serta organisasi yang peduli terhadap perempuan dan anak agar SDM Indonesia siap memenangi persaingan global.****

Ida Bastian

Tidak ada komentar