Header Ads


Breaking News

Pasca Penutupan Toko China Dibali, Puluhan Pengusaha Ngadu Ke DPRD, Sebut Pendapatan Turun Drastis


PORTALINDO, DENPASAR –Puluhan pengusaha dan karyawan dari berbagai sektor usaha di Balimendatangi kantor DPRD Provinsi Baliterkait dampak yang ditimbulkan dari penutupan toko-toko jaringan China.

Mereka menganggap penutupan memberikan dampak langsung bagi usaha-usaha lainnya di Bali, seperti travel agent, watersport, spa, bisnis penyeberangan hingga pedagang makanan.

Pelaku bisnis UMKM di Bongkasa, I Wayan Setiawan menyebut pendapatannya berkurang drastis.

Dikatakannya, sebelum masalah toko-toko China tersebut muncul, biasanya sekitar 1.000 lebih wisatawan Chinayang datang ke Bongkasa per harinya.

Namun, sekarang hampir tidak ada lagi tamu yang datang. Padahal, kata dia, ada usaha rafting yang mempekerjakan tenaga kerja lokal di daerah tersebut.

“Sebelum ini terjadi, kedatangan wisatawan ke desa kami kan ramai. Dampaknya ada untuk para guide, terus masyarakat yang jualan, kontribusi ke banjar. Kan ada kita dapat dari tamu. Semuanya merasakan perputaran ekonomi dari yang katanya wisatawan sampah. Dulu wisatawan elit, kami cuma nonton,” kata Setiawan usai menyampaikan aspirasinya di Kantor DPRD Bali, Senin (12/11) soal dampak penutuan toko China.

Setiawan meminta pemerintah agar mencari solusi sebelum melakukan penutupan toko-toko jaringan China.

Kedatangan mereka diterima di Ruang Rapat Gabungan, oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta, didampingi anggota Wayan Sutena dan Kadek Setiawan.

Selanjutnya, pemilik usaha angkutan penyeberangan ke Nusa Penida, I Putu Darmaya mengatakan masalah besar yang terjadi setelah toko-toko jaringan China ditutup adalah siapa yang akan membawa wisatawan negeri Tirai Bambu ke Bali.

Menurutnya, selama ini, toko-toko itulah yang membawa tamu ke Balidengan cara investasi.(*)

Penulis : T.Yohanes

Tidak ada komentar