Header Ads


Breaking News

Nelayan Perempuan Pesisir Sulsel Akan Kehilangan Akses Sumber Pangan, Terancam Tergusur


Portalindo.co.id,, Makassar- Masyarakat Sulsel khusus Perempuan Pesisir dari Kelurahan Buloa, Tallo, Cambaya, Galeson (Kabupaten Takalar),dan Pulau Lae-Lae. Bersama sejumlah Aktivis, dan Organisasi yang berjuang Keadilan bagi Perempuan Nelayan, Masyarakat Pesisir, serta Keadilan Ekologi yang terlaksana pada tanggal 5-6 Nopember 2018, yang berlangsung di Auditorium STIE AMKOP.Jln Meranti Makassar 6/11/18.


Dalam kegiatan ini, diikuti juga dari berbagai Aktivis dan Organisasi, yang berjuan untuk perlindungan Perempuan dan Perlindungan Masyarakat Pesisir, Serta Keadilan Ekologi.

Musdalifah Jamal, Sebangai Ketua,  (Badam Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Angin Mamiri). Menyebutka, Bahwa sejak aktifitas Reklamasi untuk Proyek pembangunan Tanggul Laut, pada 2015, dalam Pelabuhan Makassar News Port (MNP), pada 2017. Di kelurahan Tallo dan Buloa, Aktifitas Nelayan mulai terganggu.

Sementara bangian Perempuan dampak dari situasi ini jauh lebih berat. Dikarenakan di satu sisi mereka harus berperan dalam produksi perikanan, namun di sisi lain, Perempuan juga memiliki gender di  lekatkan di mana mereka, perlu memastikan keberlanjutan kehidupan keluarganya.

Ada sekitar 135 Perempuan pesisir, atau Nelayan di kawasan pesisir Cambaya, Buloa, dan Tallo, telah kehilangan akses dan kontrol terhadap sumber pangan.

"Hal ini, Ifah Menjelaskan, akan diperparah dengan adanya, Proyek kota tampa kumuh(Kotaku), yang akan memindahkan bahkan menggusur Masyarakat.

Ada beberapa masyarakat akan terancan di gusur, terhadap pembangunan Proyek Makassar News Port, di kelurahan Tallo terhusus RW 04 ada 520 kepala keluarga (KK), kelurahan Buloa sebanyak 200 (KK) dan kelurahan Cambaya 385 (KK), yang akan kehilangan tempat tinggal(Amirullah)





Tidak ada komentar