Header Ads


Breaking News

Ketua Join Gowa Mundur, Pengurus Membubarkan Diri



PORTALINDO.CO.ID, GOWA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Gowa, Syafriadi Djaenaf menyatakan sikap mundur dari organisasi jurnalistik tersebut.

Hal ini dipicu karena Syafriadi Djaenaf menganggap bahwa target kepimpinannya telah usai dalam mengibarkan panji-panji Join di Gowa.

"Saya mundur atas kesuksesan Join Gowa. Sebelum pelantikan targetnya memang enam (6) bulan saya yakinkan bisa membesarkan lembaga ini," tukasnya.

Lain halnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPD Join Gowa, Wawan Nur Rewa saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pernyataan Ketua DPD Join Gowa itu sudah tepat dikarenakan target kepimpinannya telah selesai diemban dengan baik selama enam bulan.

"Selama enam bulan Syafriadi Djaenaf telah mengharumkan Join Gowa, begitupun pengurus dibawa kepemimpinannya dinyatakan sukses karena menitipkan kesan yang sangat baik. Saya juga membenarkan jika kemunduran Syafriadi Djaenaf akan diikuti pengurus lainnya," ujar Wawan, Rabu, 14 November 2018.

Kepemimpinannya membawa perubahan signifikan terhadap karakter kami sebagai jurnalis, "Pak Ketua" melakukan perubahan besar pada dunia jurnalis di Gowa. Bahkan organisasi jurnalis mana di Sulsel membayar setiap link berita, program dana skoring membayar baket dengan mengeluarkan kocek pribadinya.

Lanjut dikatakan Kepala Bidang Humas DPD Join Gowa, kalau ketua kami mundur maka semua pengurus ikut membubarkan diri.

"Bisa saja kami membuat komunitas jurnalis baru dan meminta "Pak Ketua" memimpin kami lagi dengan skop lebih besar lagi," tegas Wawan.

Senada, Kepala Bidang Organisasi DPD Join Gowa, Hertasmin menegaskan kami ini dilantik DPP jadi harus sesuai dengan proseduralnya

"Lelah kami mendengar issu pembekuan dari ketua DPW Join Sulsel yang dihembuskan ke Pembina Join Gowa, seharusnya pembekuan melalui mekanisme sesuai AD/ART dan PO organisasi bukan melalui issu sesat," tegasnya.

Issu pembekuan sudah kedua kalinya dihembuskan, tidak beretika caranya berorganisasi. Kami juga risih dengan keberadaan ketua DPW Join Sulsel beraktivitas di Gowa tanpa koordinasi dengan kami, selain itu terlalu banyak campur tangan pada struktur kepengurusan Join Gowa," ungkapnya.

Sementara itu Koordinator bidang SDM dan IT, Udhin, menegaskan dengan mundurnya ketua maka kami juga akan membubarkan diri. Justru kepengurusan Ketua DPW Join Sulsel itu harus di pertanyakan, setahu saya posisi penasehat itu tidak boleh masuk pada struktural organisasi. Nama Rivai Manangkasi terdaftar sebagai penasehat di DPP Join Pusat.

Jadi dia sebagai pendiri di Sulsel, artinya ditugaskan untuk membentuk kepengurusan di Sulsel bukan menjadi ketua. Namanya tidak tercantum sebagai pendiri pada akta pendirian Jurnalis Online Indonesia sebagaimana biasa dia katakan dimana mana,"tutupnya

(Rizal Marzuki)

Tidak ada komentar